KUMPULAN SOAL

MATERI UJIAN TENGAH SEMESTER

By : Education Power Team


Materi 1 : Cakupan Biologi dan Asal Muasal Kehidupan

PILIHAN GANDA

1.    Tahap pertama dalam terciptanya awal kehidupan adalah

a.    pembentukan polimer hayati

b.    pembentukan sel

c.    kerjasama molekul

d.    pembentukan senyawa-senyawa

organik secara abiotik

e.    terbentuknya DNA

2.    Dalam sistem tiga domain, organisme yang berada dalam satu domain :

a.    arkea dan eukariot

b.    hewan dan prokariot

c.    tumbuhan dan prokariot

d.    tumbuhan dan hewan

e.    eubakteria dan protista

3.    Polimer yang pertama kali ada sebagai asal muasal kehidupan adalah

a.    protein

b.    RNA

c.    DNA

d.    karbohidrat

e.    lemak

4.    Organisme yang ditemukan pada lapisan stromatolit berumur 3,5 milyar tahun lalu :

a.    khamir

b.    tyrannosaurus

c.    sianobakter

d.    cyanophyta

e.    E. coli

5.    Suatu struktur organisasi yang terdiri atas berbagai jenis makhluk hidup serta setiap jenis memiliki peran ekologinya masing-masing merupakan salah satu dari peringkat hayati kehidupan, yaitu :

a.    ekosistem

b.    populasi

c.    organisme

d.    sel

e.    komunitas

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Unsur-unsur gas yang terkandung di atmosfer pada zaman purba :

1.    CH4

2.    O2

3.    NH3

4.    CH3

7.    Hipotesis pembentukan polimer pada awal terjadinya kehidupan :

1.    membutuhkan membran/kantong yang disebut sel purba

2.    bisa diterangkan oleh kemampuan RNA  mendikte pembentukan polipeptida

3.    tidak akan terjadi jika ada kerjasama molekular

4.    didahului oleh langkah pembentukan monomer

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Kehidupan prokariot pertama di bumi muncul pertama kali sejak atmosfir mengandung cukup oksigen

9.    Populasi terbentuk karena berkumpulnya berbagai jenis organisme

10.  Aliran energi merupakan ciri dari ekosistem

11.  Mengajukan hipotesis merupakan langkah pertama dalam mempelajari fenomena kehidupan

12.  Fungi merupakan salah satu domain dalam sistem tiga domain

13.  Agar mekanisme seleksi alam bisa bekerja maka karakter-karakter yang ada dalam populasi harus mempunyai perbedaan fitness

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

14.  Kumpulan populasi makhluk hidup yang berbeda di suatu lingkungan disebut _____

15.  Molekul yang merupakan dasar dari kesamaan molekular pada organisme dan sekaligus mendasari keragaman makhluk hidup adalah ________

16.  Molekul-molekul pembentuk sel umumnya berupa polimer yang dibentuk oleh _______

17.  Seorang ahli yang mempelajari postur tubuh kura-kura berenang akan fokus pada peringkat hayati ___________

18.  Polimer yang dapat bereplikasi di bumi purba adalah ________

19.  Penghasil oksigen di bumi purba adalah _________

20.  Menurut postulat Oparin, kondisi atmosfir bumi purba berisi gas-gas H2, NH3, CH4, dan ____

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 2 : Biologi Sel

PILIHAN GANDA

1.    Respirasi aerobic diawali dengan:

a.    Oksidasi asam piruvat

b.    Fosforilasi molekul gula

c.    Bekerjanya rantai transport elektron

d.    Molekul oksigen menangkap elektron

e.    Pembentukan CO2 glikolisis

2.    Respirasi anaerob:

a.    Disebut dengan fermentasi

b.    Menghasilkan 2 ethanol

c.    2molekul glukosa diperlukan 2 NADH

d.    Energy lebih sedikit bila disbanding proses aerob

e.    Menghasilkan 2 ATP

3.    Glikolisis menghasilkan energy netto :

a.    1 ATP, 1NADH

b.    2ATP, 2NADH

c.    4ATP, 2NADH

d.    2ATP, 2NADPH

e.    2ATP, 3NADH

4.    Contoh racun yang mempunyai mekanisme menghambat kerja enzyme ATP sinthase adalah:

a.    oligomisin

b.    rotenon

c.    dinitrophenol

d.    Sianida karbon monooksida

e.    insektisida

5.    Siklus krebs:

a.    Terjadi di sitoplasma

1.    Organel berikut termasuk ke dalam organel tanpa membran :

a.    sitoskeleton dan badan golgi

b.    sitoskeleton dan ribosom

c.    ribosom dan mitokondria

d.    mitokondria dan kloroplas

e.    vakuola dan retikulum endoplasma

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

2.    Struktur membran plasma :

1.    bisa berupa protein lapis ganda

2.    urutan lapisan adalah sisi nonpolar – sisi polar – sisi nonpolar

3.    dilengkapi dengan stomata yang berfungsi sebagai lubang ekskresi

4.    berupa mosaik cair berkelok-kelok

3.    Nukleoid sel prokariot berbeda dengan nukleus sel eukariot dalam hal :

1.    nukleoid terbungkus membran, nukleus tidak

2.    nukleus terbungkus membran, nukleoid tidak

3.    nukleus kontak lansung dengan sitoplasma, nukleoid tidak

4.    nukleoid kontak langsung dengan sitoplasma, nukleus tidak

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

4.    Penemuan dan perkembangan pengetahuan tentang sel sangat bergantung pada perkembangan teknologi mikroskop

5.    Theodore Schwann adalah orang yang mengemukakan isi teori sel sekaligus adalah orang pertama yang menemukan sel

6.    Isi teori sel yang ketiga adalah semua sel hanya berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya, teori ini dikemukakan oleh Rudolf Virchow

7.    Retikulum endoplasma adalah organel bermembran yang berfungsi untuk mensintesis energi sel.

8.    Kloroplas adalah organel yang dimiliki oleh organisme heterotrof

9.    Sel prokariot memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada eukariot

10.  Pergerakan silia dan flagel merupakan sistem sitoskeleton yaitu mikrotubul atau tubulus mikro

11.  Teori pelipatan membran merupakan teori yang kuat untuk menjelaskan asal muasal terbentuknya sel eukariot dari prokariot

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

12.  Selain di dalam mitokondria, material DNA pada sel-sel hewan bisa ditemukan di dalam _____________

13.  Membran dalam mitokondria yang berlekuk-lekuk disebut_________

14.  Sistem endomembran diawali oleh proses keluarnya mRNA dari inti sel menuju _____untuk menjalani proses translasi.

15.  Vesikula transpor yang keluar dari retikulum endoplasma akan membentuk butiran organel yang disebut _________

16.  Salah satu dari beberapa bukti yang mendukung hipotesis bahwa mitokondria merupakan organel endosimbion adalah __

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 3 : Glikolisis dan Respirasi Sel

PILIHAN GANDA

1.    Respirasi aerobik diawali dengan :

a.    oksidasi asam piruvat

b.    fosforilasi molekul gula

c.    bekerjanya rantai transpor elektron

d.    molekul oksigen menangkap elektron

e.    pembentukan CO2 glikolisis

2.    Glikolisis menghasilkan energi netto :

a.    1 ATP, 1 NADH

b.    2 ATP, 2 NADH

c.    4 ATP, 2 NADH

d.    2 ATP, 2 NADPH

e.    2 ATP, 3 NADH

3.    Kompleks enzim ATPsintase :

a.    bereaksi dengan NADH untuk menghasilkan ATP

b.    berfungsi memompa proton ke arah ruang intermembran

c.    bisa ditemukan di membran sel sebelah dalam mitokondria

d.    berfungsi memasukkan piruvat ke dalam siklus Krebs

e.    bisa ditemukan di membran plasma sel yang mengandung kloroplas

4.    Respirasi anaerobik pada sel-sel ragi :

a.    produk akhir berupa asam laktat

b.    untuk memfermentasikan 1 molekul glukosa diperlukan 1 NADH

c.    melepaskan CO2

d.    untuk 2 molekul gula dihasilkan 3 ATP

e.    merombak 1 asam piruvat menjadi 2 etanol

5.    Siklus Krebs :

a.    terjadi di sitoplasma

b.    setiap molekul asetil koA yang direaksikan akan menghasilkan 2 ATP

c.    menghasilkan 4 molekul kaya energi yang terdiri atas 2 NADH dan 2 FADH2

d.    menghasilkan lebih banyak energi dibandingkan dengan glikolisis

e.    tidak menghasilkan asam oksaloasetat

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Gradien ion H+ antara matriks dan ruang antar membran dalam mitokondria dalam rangkaian respirasi selular :

1.    diakibatkan oleh aktivitas pompa proton

2.    melibatkan molekul NADH dari siklus Krebs

3.    dihambat oleh racun sianida

4.    dipicu oleh adanya ATP yang dihasilkan glikolisis

7.    Elektron yang lepas dari glukosa pada respirasi sel akhirnya ditangkap oleh oksigen dan membentuk molekul …..

1.    glukosa

2.    ATP

3.    NADH

4.    air

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Respirasi sel secara aerob dan anaerob dibagi menjadi tiga tahap reaksi yaitu glikolisis, siklus Krebs, dan rantai transpor elektron

9.    Pembentukan ATP hasil oksidasi gula yang terjadi pada tahap glikolisis disebut fosforilasi oksidatif

10.  Glikolisis dan siklus Krebs terjadi di dalam mitokondria

11.  Siklus Krebs adalah reaksi dengan tujuan utama menghasilkan NADH dan FADH2. Dalam siklus ini juga dihasilkan ATP

12.  Respirasi aerob menghasilkan energi lebih banyak daripada respirasi anaerob

13.  Pembentukan NADH dengan cara menambahkan hidrogen ke NAD+ disebut reaksi oksidasi

14.  Fermentasi menghasilkan energi yang lebih sedikit daripada respirasi sel secara aerob karena dalam proses tersebut sel juga harus membentuk akseptor elektronnya

15.  Senyawa dinitrofenol (DNP) mempengaruhi permeabilitas membran (sesuatu yang berperan sebagai penyalur energi dari transpor elektron dengan pembentukan ATP)

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Pembentukan ATP dalam siklus krebs terjadi dengan proses fosforilasi _________

17.  Jumlah energi dalam satu molekul NADH setara dengan ____ ATP.

18.  Jika oksigen tidak mampu masuk ke dalam sel maka dua molekul glukosa setelah mengalami glikolisis akan menghasilkan___ ATP.

19.  Sebelum masuk ke dalam siklus Krebs, asam piruvat akan mengalami proses pelepasan CO2 yang disebut ___________

20.  Asetil KoA akan bergabung dengan asam organik berjumlah karbon empat dalam siklus Krebs yaitu ______________

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 4 : Fotosintesis

PILIHAN GANDA

1.    Spektrum cahaya yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap proses fotosintesis adalah :

a.    cahaya jingga

b.    cahaya hijau

c.    cahaya kuning

d.    cahaya merah

e.    cahaya nila

2.    Pada proses fotosintesis, gradien konsentrasi proton terjadi antara :

a.    bagian dalam tilakoid dan stroma

b.    ruang antar membran dan stroma

c.    membran dalam dan membran luar

d.    sitoplasma dan kloroplas

e.    ruang antar membran dan bagian dalam tilakoid

3.    Reaksi terang :

a.    terjadi pengikatan CO2 dari udara

b.    mengubah fosfogliserat menjadi gliseraldehid-3-fosfat

c.    terjadi eksitasi elektron oleh energi

d.    terjadi regenerasi ribulosa bisfosfat (RuBP)

e.    melibatkan enzim Rubisco

4.    Siklus Calvin :

a.    meliputi proses fotofosforilasi

b.    tergantung pada intensitas cahaya

c.    digerakkan oleh ATP dan NADH

d.    terjadi di dalam grana dari kloroplas

e.    sangat dipengaruhi oleh suhu

5.    Pada sistem cahaya II, energi yang diserap digunakan untuk :

a.    mereduksi NADP+ menjadi NADPH

b.    memecah molekul air

c.    mengikat CO2

d.    menangkap elektron yang tereksitasi

e.    menangkap ion H+

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Beberapa hal terkait dengan proses kemiosmosis pada reaksi terang fotosintesis :

1.    air dipecah sebagai sumber elektron di sistem cahaya II

2.    penerima elektron terakhir adalah NADP+

3.    perbedaan konsentrasi ion H+ digunakan untuk membentuk ATP dari ADP

4.    sintesis ATP selalu melibatkan ATPsintase

7.    Tanaman yang termasuk ke dalam kelompok tumbuhan CAM :

1.    padi

2.    melinjo

3.    jagung

4.    kaktus

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Fotosintesis adalah proses sintesis makanan berupa glukosa dari bahan baku CO2 dan H2O dengan bantuan energi cahaya matahari yang biasa dilakukan oleh organisme heterotrof

9.    Fotosintesis dibagi menjadi dua tahap reaksi yaitu reaksi terang yang terjadi di bagian stroma dan reaksi gelap terjadi di grana

10.  Reaksi terang dibagi menjadi fotosistem I yang bersifat siklik sehingga produk yang dihasilkan adalah NADPH dan fotosistem II yang bersifat non-siklik sehingga produk yang dihasilkan adalah ATP dan NADPH

11.  Fotosistem I melibatkan klorofil P700 sedangkan fotosistem II melibatkan klorofil P680

12.  Produk siklus Calvin adalah ATP dan NADPH

13.  Siklus Calvin pada tumbuhan C4 terjadi di dalam sel-sel seludang pembuluh

14.  Gas oksigen yang dihasilkan proses fotosintesis berasal dari gas CO2 yang telah dilepas atom C-nya

15.  Pada tumbuhan CAM, kandungan asam malat tinggi pada malam hari, sedangkan pada siang hari sangat rendah

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Pada proses reaksi terang, energi cahaya matahari akan ditangkap oleh _____ yang merupakan bagian dari fotosistem II.

17.  Dalam reaksi fotosintesis, oksigen yang dilepaskan ke udara berasal dari ______

18.  Fotosintesis menjadi tidak efisien jika enzim Rubisco mengikat molekul O2 dari yang seharusnya CO2. Peristiwa ini disebut ____

19.  Siklus C4 pada tumbuhan C4 terjadi di dalam ______

20.  Untuk melengkapi 2 molekul gliseraldehid-3-fosfat diperlukan __ putaran siklus Calvin  sehingga dihasilkan 1 molekul glukosa.

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 5 : Biologi Molekuler Gen

PILIHAN GANDA

1.    Satu molekul DNA tersusun atas :

a.    adenin, guanin, sitosin, dan timin

b.    gliserol dan asam lemak

c.    nukleotida

d.    asam amino

e.    tiga cincin karbon 6 dan satu cincin karbon 5

2.    Ikatan yang terjadi antara satu pasangan basa nitrogen pada DNA adalah :

a.    ikatan  hidrogen

b.    ikatan fosfodiester

c.    ikatan basa

d.    ikatan DNA

e.    ikatan kovalen

3.    Komponen replikasi DNA yang bertanggung jawab terhadap proses pemanjangan utas DNA baru adalah :

a.    DNA dengan titik Ori

b.    enzim helikase, girase, dan SSBP

c.    primase/primer

d.    DNA polimerase

e.    ribosom

4.    Proses pemindahan / transfer informasi DNA ke RNA disebut :

a.    translasi

b.    replikasi

c.    rekombinasi

d.    transkripsi

e.    ekspresi

5.    Pergeseran penyandian kodon pada suatu gen penyandi protein bisa terjadi jika ada :

a.    delesi dua basa setelah kodon start

b.    delesi satu basa sebelum kodon start

c.    substitusi insersi dua basa setelah kodon stop

d.    mutasi substitusi satu basa setelah kodon start

e.    mutasi substitusi pada basa ketiga dari suatu kodon

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Karakteristik DNA sebagai bahan genetik yang dapat diwariskan :

1.    bisa ditranslasikan

2.    relatif sama antar generasi

3.    bisa ditranskripsikan

4.    bisa bereplikasi

7.    Molekul DNA berbeda dengan molekul RNA dalam hal :

1.    basa nitrogen

2.    bentuk heliks

3.    gula pentosa

4.    gugus fosfat

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    DNA adalah molekul penyimpan informasi genetik yang berbentuk doublehelix paralel

9.    Model struktur DNA berupa doublehelix dikemukakan oleh Watson dan Crick melalui percobaan pengambilan gambar DNA menggunakan foto sinar X

10.  Ujung 5’ pada DNA adalah OH sedangkan ujung 3’-nya adalah P

11.  Arah sintesis DNA saat replikasi adalah dari ujung 3’ ke 5’

12.  Salah satu cara memperoleh asam amino yang akan digunakan dalam proses translasi adalah dengan melakukan sintesis menggunakan enzim polimerase

13.  Dalam suatu sel eukariot, RNA ditranskripsikan dari keseluruhan DNA di dalam setiap kromosom

14.  DNA berpilin searah dengan jarum jam yaitu ke arah kanan

15.  Nukleotida yang satu diikatkan dengan nukleotida yang lain melalui ikatan kovalen fosfodiester

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Basa nitrogen DNA yang strukturnya berupa cincin ganda adalah ___________

17.  Jika ruas DNA sepanjang 120 pasangan basa memiliki guanin pada 40 pasangan basanya, maka pasangan basa yang mengandung timin ada _____

18.  Enzim yang diperlukan agar terjadi pemanjangan molekul RNA dalam proses transkripsi adalah _________

19.  Walaupun tidak terbukti, salah satu alternatif mekanisme replikasi yang menghasilkan salah satu DNA sel anak mempunyai dua utas DNA baru sekaligus disebut ___________

20.  DNA yang berasosiasi dengan protein histon disebut __________

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 6 : Dasar Selular Reproduksi dan Pewarisan Sifat

PILIHAN GANDA

1.    Dalam siklus sel eukariot, pembelahan sel dan sintesis DNA dimulai pada fase :

a.    S

b.    G1

c.    G2

d.    profase

e.    telofase

2.    Pernyataan berikut yang benar mengenai siklus sel :

a.    pada pembelahan biner, DNA tidak menempel ke membran plasma setelah bereplikasi

b.    replikasi DNA sel eukariot terjadi pada fase G2

c.    prinsip dasar reproduksi aseksual adalah melalui meiosis

d.    mitosis hanya terjadi pada sel eukariot

e.    pembentukan membran sel tumbuhan secara lekukan ke dalam

3.    Mekanisme pembentukan sel-sel darah merah oleh sel-sel induk (stem cell) di dalam sumsum tulang dilakukan dengan cara :

a.    pembelahan meiosis I yang dilanjutkan dengan meiosis II

b.    pembelahan mitosis yang dilanjutkan dengan meiosis

c.    pembelahan meiosis maupun mitosis

d.    pembelahan mitosis

e.    pembelahan meiosis

4.    Kromosom berwarna biru gelap berbentuk seperti huruf X :

a.    bisa diamati pada interfase

b.    kromatid-kromatid dari kromosom yang homolog saling berpasangan

c.    merupakan struktur kromosom yang bisa diamati pada metafase

d.    dua kromosom diikat oleh benang gelendong

e.    merupakan struktur nukleoid yang belum berpisah

5.    Tanaman mangga berbatang tinggi heterozigot berbuah masam dikawin-silangkan dengan tanaman mangga berbatang rendah berbuah manis. Apabila sifat tinggi dominan terhadap rendah dan sifat manis dominan terhadap masam, maka perbandingan fenotip keturunannya (F1) adalah :

a.    batang tinggi buah manis : batang rendah buah manis = 1 : 1

b.    batang tinggi buah masam : batang rendah buah manis = 1 : 1

c.    batang rendah buah manis : batang tinggi buah masam = 3 : 1

d.    semuanya batang tinggi buah manis

e.    semuanya batang rendah buah manis

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Mendel mempelajari pola pewarisan dua karakter pada bunga dalam waktu yang bersamaan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui :

1.    gen dari dua karakter tersebut diturunkan bersama-sama atau terpisah satu sama lain

2.    berapa banyak gen yang bertanggung jawab untuk determinasi satu karakter

3.    jarak antar gen di dalam kromosom

4.    mengetahui berapa gen yang dimiliki oleh bunga yang dijadikan objek penelitiannya

7.    Si Polan bergenotipe Ss untuk lokus yang mengatur morfologi sel darah bulan sabit. Alel yang ditunjukkan dengan huruf S dan s:

1.    keduanya bisa ditemukan dalam kromosom Y

2.    salah satunya bisa ditemukan dalam satu sel sperma si Polan

3.    keduanya berada dalam kromosom yang sama tapi letaknya berjauhan

4.    terdapat dalam kromosom yang homolog

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Pada pewarisan sifat, sifat yang tertutupi oleh sifat yang lain disebut dominan

9.    Kondensasi molekul DNA yang berasosiasi dengan protein sehingga terbentuk kromosom yang memendek dan menebal terjadi pada profase

10.  Pembentukan membran sel tumbuhan dimulai dari tengah sel asal yang diikuti pembentukan dinding sel

11.  Pembelahan sel eukariota meliputi dua tahap, yaitu mitosis dan sitokinesis atau disebut fase mitotik

12.  Dua molekul DNA hasil replikasi terpisah dan secara bersamaan komponen sitoplasma mengganda terjadi pada pembelahan biner

13.  Pada meiosis II terjadi pemisahan kromosom homolog

14.  Suatu individu dengan komposisi genotipe AABbcc bisa disebut heterozigot untuk 1 gen

15.  Perbandingan fenotipe F1 = 9:3:3:1 bisa diperoleh dari percobaan model dihibrid Mendel

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Hubungan antar alel yang terekspresi bersama-sama disebut ____________

17.  Struktur tetrad bisa ditemukan pada tahap ______dari rangkaian pembelahan meiosis

18.  Pada kasus dominan tak penuh, maka persilangan homozigot dominan dan homozigot resesif akan menghasilkan F2 dengan perbandingan genotipe = _______

19.  Menurut Mendel, alel yang tidak memunculkan fenotipe jika kondisi heterozigot disebut ___________

20.  Sebagai langkah awal, Mendel hanya mengamati dan menganalisis data untuk setiap sifat secara terpisah, dikenal dengan istilah percobaan ______________

Materi 7 : Prinsip Dasar Teknologi DNA Rekombinan

PILIHAN GANDA

1.    Teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) biasa digunakan untuk :

a.    menggandakan protein

b.    menyambung fragmen DNA

c.    memperbanyak sel bakteri rekombinan

d.    memperbanyak ruas tertentu DNA

e.    memisah-misahkan satu fragmen DNA yang sangat penting

2.    Agar gen manusia dapat disisipkan ke plasmid, maka keduanya harus :

a.    memiliki panjang yang sama

b.    berasal dari tipe sel yang sama

c.    menyandikan gen yang sama

d.    dipotong dengan enzim restriksi yang sama

e.    memiliki urutan nukleotida yang identik

3.    DNA dapat masuk ke dalam sel bakteri melalui :

a.    transkripsi

b.    rekombinasi

c.    transduksi

d.    translasi

e.    ekspresi

4.    Perangkat utama yang digunakan pada pembentukan DNA rekombinan :

a.    DNA ligase

b.    bakteriofage

c.    DNA polimerase

d.    gen

e.    kromosom

5.    Plasmid :

a.    berbentuk linier

b.    DNA selain kromosom

c.    terdapat pada virus

d.    DNA kromosom

e.    lebih besar dari ukuran kromosom bakteri

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Mekanisme konjugasi bisa terjadi jika :

1.    ada sel donor dan sel resipien

2.    ada fage yang menyuntikkan DNA ke sel resipien

3.    ada kontak fisik antara sel donor dan sel resipien

4.    dua utas DNA bisa saling komplemen

7.    Untuk melakukan rekombinasi gen dalam rekayasa genetik diperlukan :

1.    mikroskop untuk mengarahkan masuknya DNA target

2.    enzim ligase untuk menyambung DNA

3.    media selektif untuk menumbuhkan virus

4.    tahapan isolasi DNA untuk memperoleh molekul DNA

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Plasmid digunakan untuk memperbanyak gen yang telah disisipkan dengan bantuan bakteri

9.    Teknik elektroforesis digunakan untuk memisahkan fragmen-fragmen DNA berdasarkan muatan listriknya

10.  Agrobacterium tumefaciens patogen digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam genom tanaman

11.  Sacharomyces cereviciae digunakan untuk memproduksi vaksin hepatitis B

12.  DNA fingerprint dapat medeteksi hubungan darah (keluarga)

13.  Perbedaan pada urutan DNA dapat diketahui dengan teknik RFLP

14.  Konjugasi adalah pemindahan DNA dari satu sel ke dalam sel lainnya melalui perantaraan fage

15.  Probe merupakan asam nukleat pendek, berutas tunggal dan diberi label radioaktif atau non-radioaktif

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Proses masuknya DNA bebas dari lingkungan sekitar sel ke sel bakteri disebut ___________

17.  Plasmid yang sudah disisipi dengan fragmen DNA disebut _________

18.  Dalam teknologi DNA rekombinan, plasmid yang digunakan untuk memindahkan DNA ke dalam sel hidup mempunyai fungsi yang dikenal dengan istilah ____________

19.  Enzim untuk menyambung DNA adalah ___

20.  ____________digunakan untuk menyimpan gen atau fragmen DNA yang telah diklonkan

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

KUMPULAN SOAL

MATERI UJIAN TENGAH SEMESTER

By : Education Power Team


Materi 1 : Cakupan Biologi dan Asal Muasal Kehidupan

PILIHAN GANDA

1.    Tahap pertama dalam terciptanya awal kehidupan adalah

a.    pembentukan polimer hayati

b.    pembentukan sel

c.    kerjasama molekul

d.    pembentukan senyawa-senyawa

organik secara abiotik

e.    terbentuknya DNA

2.    Dalam sistem tiga domain, organisme yang berada dalam satu domain :

a.    arkea dan eukariot

b.    hewan dan prokariot

c.    tumbuhan dan prokariot

d.    tumbuhan dan hewan

e.    eubakteria dan protista

3.    Polimer yang pertama kali ada sebagai asal muasal kehidupan adalah

a.    protein

b.    RNA

c.    DNA

d.    karbohidrat

e.    lemak

4.    Organisme yang ditemukan pada lapisan stromatolit berumur 3,5 milyar tahun lalu :

a.    khamir

b.    tyrannosaurus

c.    sianobakter

d.    cyanophyta

e.    E. coli

5.    Suatu struktur organisasi yang terdiri atas berbagai jenis makhluk hidup serta setiap jenis memiliki peran ekologinya masing-masing merupakan salah satu dari peringkat hayati kehidupan, yaitu :

a.    ekosistem

b.    populasi

c.    organisme

d.    sel

e.    komunitas

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Unsur-unsur gas yang terkandung di atmosfer pada zaman purba :

1.    CH4

2.    O2

3.    NH3

4.    CH3

7.    Hipotesis pembentukan polimer pada awal terjadinya kehidupan :

1.    membutuhkan membran/kantong yang disebut sel purba

2.    bisa diterangkan oleh kemampuan RNA  mendikte pembentukan polipeptida

3.    tidak akan terjadi jika ada kerjasama molekular

4.    didahului oleh langkah pembentukan monomer

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Kehidupan prokariot pertama di bumi muncul pertama kali sejak atmosfir mengandung cukup oksigen

9.    Populasi terbentuk karena berkumpulnya berbagai jenis organisme

10.  Aliran energi merupakan ciri dari ekosistem

11.  Mengajukan hipotesis merupakan langkah pertama dalam mempelajari fenomena kehidupan

12.  Fungi merupakan salah satu domain dalam sistem tiga domain

13.  Agar mekanisme seleksi alam bisa bekerja maka karakter-karakter yang ada dalam populasi harus mempunyai perbedaan fitness

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

14.  Kumpulan populasi makhluk hidup yang berbeda di suatu lingkungan disebut _____

15.  Molekul yang merupakan dasar dari kesamaan molekular pada organisme dan sekaligus mendasari keragaman makhluk hidup adalah ________

16.  Molekul-molekul pembentuk sel umumnya berupa polimer yang dibentuk oleh _______

17.  Seorang ahli yang mempelajari postur tubuh kura-kura berenang akan fokus pada peringkat hayati ___________

18.  Polimer yang dapat bereplikasi di bumi purba adalah ________

19.  Penghasil oksigen di bumi purba adalah _________

20.  Menurut postulat Oparin, kondisi atmosfir bumi purba berisi gas-gas H2, NH3, CH4, dan ____

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 2 : Biologi Sel

PILIHAN GANDA

1.    Respirasi aerobic diawali dengan:

a.    Oksidasi asam piruvat

b.    Fosforilasi molekul gula

c.    Bekerjanya rantai transport elektron

d.    Molekul oksigen menangkap elektron

e.    Pembentukan CO2 glikolisis

2.    Respirasi anaerob:

a.    Disebut dengan fermentasi

b.    Menghasilkan 2 ethanol

c.    2molekul glukosa diperlukan 2 NADH

d.    Energy lebih sedikit bila disbanding proses aerob

e.    Menghasilkan 2 ATP

3.    Glikolisis menghasilkan energy netto :

a.    1 ATP, 1NADH

b.    2ATP, 2NADH

c.    4ATP, 2NADH

d.    2ATP, 2NADPH

e.    2ATP, 3NADH

4.    Contoh racun yang mempunyai mekanisme menghambat kerja enzyme ATP sinthase adalah:

a.    oligomisin

b.    rotenon

c.    dinitrophenol

d.    Sianida karbon monooksida

e.    insektisida

5.    Siklus krebs:

a.    Terjadi di sitoplasma

1.    Organel berikut termasuk ke dalam organel tanpa membran :

a.    sitoskeleton dan badan golgi

b.    sitoskeleton dan ribosom

c.    ribosom dan mitokondria

d.    mitokondria dan kloroplas

e.    vakuola dan retikulum endoplasma

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

2.    Struktur membran plasma :

1.    bisa berupa protein lapis ganda

2.    urutan lapisan adalah sisi nonpolar – sisi polar – sisi nonpolar

3.    dilengkapi dengan stomata yang berfungsi sebagai lubang ekskresi

4.    berupa mosaik cair berkelok-kelok

3.    Nukleoid sel prokariot berbeda dengan nukleus sel eukariot dalam hal :

1.    nukleoid terbungkus membran, nukleus tidak

2.    nukleus terbungkus membran, nukleoid tidak

3.    nukleus kontak lansung dengan sitoplasma, nukleoid tidak

4.    nukleoid kontak langsung dengan sitoplasma, nukleus tidak

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

4.    Penemuan dan perkembangan pengetahuan tentang sel sangat bergantung pada perkembangan teknologi mikroskop

5.    Theodore Schwann adalah orang yang mengemukakan isi teori sel sekaligus adalah orang pertama yang menemukan sel

6.    Isi teori sel yang ketiga adalah semua sel hanya berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya, teori ini dikemukakan oleh Rudolf Virchow

7.    Retikulum endoplasma adalah organel bermembran yang berfungsi untuk mensintesis energi sel.

8.    Kloroplas adalah organel yang dimiliki oleh organisme heterotrof

9.    Sel prokariot memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada eukariot

10.  Pergerakan silia dan flagel merupakan sistem sitoskeleton yaitu mikrotubul atau tubulus mikro

11.  Teori pelipatan membran merupakan teori yang kuat untuk menjelaskan asal muasal terbentuknya sel eukariot dari prokariot

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

12.  Selain di dalam mitokondria, material DNA pada sel-sel hewan bisa ditemukan di dalam _____________

13.  Membran dalam mitokondria yang berlekuk-lekuk disebut_________

14.  Sistem endomembran diawali oleh proses keluarnya mRNA dari inti sel menuju _____untuk menjalani proses translasi.

15.  Vesikula transpor yang keluar dari retikulum endoplasma akan membentuk butiran organel yang disebut _________

16.  Salah satu dari beberapa bukti yang mendukung hipotesis bahwa mitokondria merupakan organel endosimbion adalah __

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 3 : Glikolisis dan Respirasi Sel

PILIHAN GANDA

1.    Respirasi aerobik diawali dengan :

a.    oksidasi asam piruvat

b.    fosforilasi molekul gula

c.    bekerjanya rantai transpor elektron

d.    molekul oksigen menangkap elektron

e.    pembentukan CO2 glikolisis

2.    Glikolisis menghasilkan energi netto :

a.    1 ATP, 1 NADH

b.    2 ATP, 2 NADH

c.    4 ATP, 2 NADH

d.    2 ATP, 2 NADPH

e.    2 ATP, 3 NADH

3.    Kompleks enzim ATPsintase :

a.    bereaksi dengan NADH untuk menghasilkan ATP

b.    berfungsi memompa proton ke arah ruang intermembran

c.    bisa ditemukan di membran sel sebelah dalam mitokondria

d.    berfungsi memasukkan piruvat ke dalam siklus Krebs

e.    bisa ditemukan di membran plasma sel yang mengandung kloroplas

4.    Respirasi anaerobik pada sel-sel ragi :

a.    produk akhir berupa asam laktat

b.    untuk memfermentasikan 1 molekul glukosa diperlukan 1 NADH

c.    melepaskan CO2

d.    untuk 2 molekul gula dihasilkan 3 ATP

e.    merombak 1 asam piruvat menjadi 2 etanol

5.    Siklus Krebs :

a.    terjadi di sitoplasma

b.    setiap molekul asetil koA yang direaksikan akan menghasilkan 2 ATP

c.    menghasilkan 4 molekul kaya energi yang terdiri atas 2 NADH dan 2 FADH2

d.    menghasilkan lebih banyak energi dibandingkan dengan glikolisis

e.    tidak menghasilkan asam oksaloasetat

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Gradien ion H+ antara matriks dan ruang antar membran dalam mitokondria dalam rangkaian respirasi selular :

1.    diakibatkan oleh aktivitas pompa proton

2.    melibatkan molekul NADH dari siklus Krebs

3.    dihambat oleh racun sianida

4.    dipicu oleh adanya ATP yang dihasilkan glikolisis

7.    Elektron yang lepas dari glukosa pada respirasi sel akhirnya ditangkap oleh oksigen dan membentuk molekul …..

1.    glukosa

2.    ATP

3.    NADH

4.    air

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Respirasi sel secara aerob dan anaerob dibagi menjadi tiga tahap reaksi yaitu glikolisis, siklus Krebs, dan rantai transpor elektron

9.    Pembentukan ATP hasil oksidasi gula yang terjadi pada tahap glikolisis disebut fosforilasi oksidatif

10.  Glikolisis dan siklus Krebs terjadi di dalam mitokondria

11.  Siklus Krebs adalah reaksi dengan tujuan utama menghasilkan NADH dan FADH2. Dalam siklus ini juga dihasilkan ATP

12.  Respirasi aerob menghasilkan energi lebih banyak daripada respirasi anaerob

13.  Pembentukan NADH dengan cara menambahkan hidrogen ke NAD+ disebut reaksi oksidasi

14.  Fermentasi menghasilkan energi yang lebih sedikit daripada respirasi sel secara aerob karena dalam proses tersebut sel juga harus membentuk akseptor elektronnya

15.  Senyawa dinitrofenol (DNP) mempengaruhi permeabilitas membran (sesuatu yang berperan sebagai penyalur energi dari transpor elektron dengan pembentukan ATP)

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Pembentukan ATP dalam siklus krebs terjadi dengan proses fosforilasi _________

17.  Jumlah energi dalam satu molekul NADH setara dengan ____ ATP.

18.  Jika oksigen tidak mampu masuk ke dalam sel maka dua molekul glukosa setelah mengalami glikolisis akan menghasilkan___ ATP.

19.  Sebelum masuk ke dalam siklus Krebs, asam piruvat akan mengalami proses pelepasan CO2 yang disebut ___________

20.  Asetil KoA akan bergabung dengan asam organik berjumlah karbon empat dalam siklus Krebs yaitu ______________

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 4 : Fotosintesis

PILIHAN GANDA

1.    Spektrum cahaya yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap proses fotosintesis adalah :

a.    cahaya jingga

b.    cahaya hijau

c.    cahaya kuning

d.    cahaya merah

e.    cahaya nila

2.    Pada proses fotosintesis, gradien konsentrasi proton terjadi antara :

a.    bagian dalam tilakoid dan stroma

b.    ruang antar membran dan stroma

c.    membran dalam dan membran luar

d.    sitoplasma dan kloroplas

e.    ruang antar membran dan bagian dalam tilakoid

3.    Reaksi terang :

a.    terjadi pengikatan CO2 dari udara

b.    mengubah fosfogliserat menjadi gliseraldehid-3-fosfat

c.    terjadi eksitasi elektron oleh energi

d.    terjadi regenerasi ribulosa bisfosfat (RuBP)

e.    melibatkan enzim Rubisco

4.    Siklus Calvin :

a.    meliputi proses fotofosforilasi

b.    tergantung pada intensitas cahaya

c.    digerakkan oleh ATP dan NADH

d.    terjadi di dalam grana dari kloroplas

e.    sangat dipengaruhi oleh suhu

5.    Pada sistem cahaya II, energi yang diserap digunakan untuk :

a.    mereduksi NADP+ menjadi NADPH

b.    memecah molekul air

c.    mengikat CO2

d.    menangkap elektron yang tereksitasi

e.    menangkap ion H+

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Beberapa hal terkait dengan proses kemiosmosis pada reaksi terang fotosintesis :

1.    air dipecah sebagai sumber elektron di sistem cahaya II

2.    penerima elektron terakhir adalah NADP+

3.    perbedaan konsentrasi ion H+ digunakan untuk membentuk ATP dari ADP

4.    sintesis ATP selalu melibatkan ATPsintase

7.    Tanaman yang termasuk ke dalam kelompok tumbuhan CAM :

1.    padi

2.    melinjo

3.    jagung

4.    kaktus

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Fotosintesis adalah proses sintesis makanan berupa glukosa dari bahan baku CO2 dan H2O dengan bantuan energi cahaya matahari yang biasa dilakukan oleh organisme heterotrof

9.    Fotosintesis dibagi menjadi dua tahap reaksi yaitu reaksi terang yang terjadi di bagian stroma dan reaksi gelap terjadi di grana

10.  Reaksi terang dibagi menjadi fotosistem I yang bersifat siklik sehingga produk yang dihasilkan adalah NADPH dan fotosistem II yang bersifat non-siklik sehingga produk yang dihasilkan adalah ATP dan NADPH

11.  Fotosistem I melibatkan klorofil P700 sedangkan fotosistem II melibatkan klorofil P680

12.  Produk siklus Calvin adalah ATP dan NADPH

13.  Siklus Calvin pada tumbuhan C4 terjadi di dalam sel-sel seludang pembuluh

14.  Gas oksigen yang dihasilkan proses fotosintesis berasal dari gas CO2 yang telah dilepas atom C-nya

15.  Pada tumbuhan CAM, kandungan asam malat tinggi pada malam hari, sedangkan pada siang hari sangat rendah

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Pada proses reaksi terang, energi cahaya matahari akan ditangkap oleh _____ yang merupakan bagian dari fotosistem II.

17.  Dalam reaksi fotosintesis, oksigen yang dilepaskan ke udara berasal dari ______

18.  Fotosintesis menjadi tidak efisien jika enzim Rubisco mengikat molekul O2 dari yang seharusnya CO2. Peristiwa ini disebut ____

19.  Siklus C4 pada tumbuhan C4 terjadi di dalam ______

20.  Untuk melengkapi 2 molekul gliseraldehid-3-fosfat diperlukan __ putaran siklus Calvin  sehingga dihasilkan 1 molekul glukosa.

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 5 : Biologi Molekuler Gen

PILIHAN GANDA

1.    Satu molekul DNA tersusun atas :

a.    adenin, guanin, sitosin, dan timin

b.    gliserol dan asam lemak

c.    nukleotida

d.    asam amino

e.    tiga cincin karbon 6 dan satu cincin karbon 5

2.    Ikatan yang terjadi antara satu pasangan basa nitrogen pada DNA adalah :

a.    ikatan  hidrogen

b.    ikatan fosfodiester

c.    ikatan basa

d.    ikatan DNA

e.    ikatan kovalen

3.    Komponen replikasi DNA yang bertanggung jawab terhadap proses pemanjangan utas DNA baru adalah :

a.    DNA dengan titik Ori

b.    enzim helikase, girase, dan SSBP

c.    primase/primer

d.    DNA polimerase

e.    ribosom

4.    Proses pemindahan / transfer informasi DNA ke RNA disebut :

a.    translasi

b.    replikasi

c.    rekombinasi

d.    transkripsi

e.    ekspresi

5.    Pergeseran penyandian kodon pada suatu gen penyandi protein bisa terjadi jika ada :

a.    delesi dua basa setelah kodon start

b.    delesi satu basa sebelum kodon start

c.    substitusi insersi dua basa setelah kodon stop

d.    mutasi substitusi satu basa setelah kodon start

e.    mutasi substitusi pada basa ketiga dari suatu kodon

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Karakteristik DNA sebagai bahan genetik yang dapat diwariskan :

1.    bisa ditranslasikan

2.    relatif sama antar generasi

3.    bisa ditranskripsikan

4.    bisa bereplikasi

7.    Molekul DNA berbeda dengan molekul RNA dalam hal :

1.    basa nitrogen

2.    bentuk heliks

3.    gula pentosa

4.    gugus fosfat

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    DNA adalah molekul penyimpan informasi genetik yang berbentuk doublehelix paralel

9.    Model struktur DNA berupa doublehelix dikemukakan oleh Watson dan Crick melalui percobaan pengambilan gambar DNA menggunakan foto sinar X

10.  Ujung 5’ pada DNA adalah OH sedangkan ujung 3’-nya adalah P

11.  Arah sintesis DNA saat replikasi adalah dari ujung 3’ ke 5’

12.  Salah satu cara memperoleh asam amino yang akan digunakan dalam proses translasi adalah dengan melakukan sintesis menggunakan enzim polimerase

13.  Dalam suatu sel eukariot, RNA ditranskripsikan dari keseluruhan DNA di dalam setiap kromosom

14.  DNA berpilin searah dengan jarum jam yaitu ke arah kanan

15.  Nukleotida yang satu diikatkan dengan nukleotida yang lain melalui ikatan kovalen fosfodiester

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Basa nitrogen DNA yang strukturnya berupa cincin ganda adalah ___________

17.  Jika ruas DNA sepanjang 120 pasangan basa memiliki guanin pada 40 pasangan basanya, maka pasangan basa yang mengandung timin ada _____

18.  Enzim yang diperlukan agar terjadi pemanjangan molekul RNA dalam proses transkripsi adalah _________

19.  Walaupun tidak terbukti, salah satu alternatif mekanisme replikasi yang menghasilkan salah satu DNA sel anak mempunyai dua utas DNA baru sekaligus disebut ___________

20.  DNA yang berasosiasi dengan protein histon disebut __________

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Materi 6 : Dasar Selular Reproduksi dan Pewarisan Sifat

PILIHAN GANDA

1.    Dalam siklus sel eukariot, pembelahan sel dan sintesis DNA dimulai pada fase :

a.    S

b.    G1

c.    G2

d.    profase

e.    telofase

2.    Pernyataan berikut yang benar mengenai siklus sel :

a.    pada pembelahan biner, DNA tidak menempel ke membran plasma setelah bereplikasi

b.    replikasi DNA sel eukariot terjadi pada fase G2

c.    prinsip dasar reproduksi aseksual adalah melalui meiosis

d.    mitosis hanya terjadi pada sel eukariot

e.    pembentukan membran sel tumbuhan secara lekukan ke dalam

3.    Mekanisme pembentukan sel-sel darah merah oleh sel-sel induk (stem cell) di dalam sumsum tulang dilakukan dengan cara :

a.    pembelahan meiosis I yang dilanjutkan dengan meiosis II

b.    pembelahan mitosis yang dilanjutkan dengan meiosis

c.    pembelahan meiosis maupun mitosis

d.    pembelahan mitosis

e.    pembelahan meiosis

4.    Kromosom berwarna biru gelap berbentuk seperti huruf X :

a.    bisa diamati pada interfase

b.    kromatid-kromatid dari kromosom yang homolog saling berpasangan

c.    merupakan struktur kromosom yang bisa diamati pada metafase

d.    dua kromosom diikat oleh benang gelendong

e.    merupakan struktur nukleoid yang belum berpisah

5.    Tanaman mangga berbatang tinggi heterozigot berbuah masam dikawin-silangkan dengan tanaman mangga berbatang rendah berbuah manis. Apabila sifat tinggi dominan terhadap rendah dan sifat manis dominan terhadap masam, maka perbandingan fenotip keturunannya (F1) adalah :

a.    batang tinggi buah manis : batang rendah buah manis = 1 : 1

b.    batang tinggi buah masam : batang rendah buah manis = 1 : 1

c.    batang rendah buah manis : batang tinggi buah masam = 3 : 1

d.    semuanya batang tinggi buah manis

e.    semuanya batang rendah buah manis

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Mendel mempelajari pola pewarisan dua karakter pada bunga dalam waktu yang bersamaan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui :

1.    gen dari dua karakter tersebut diturunkan bersama-sama atau terpisah satu sama lain

2.    berapa banyak gen yang bertanggung jawab untuk determinasi satu karakter

3.    jarak antar gen di dalam kromosom

4.    mengetahui berapa gen yang dimiliki oleh bunga yang dijadikan objek penelitiannya

7.    Si Polan bergenotipe Ss untuk lokus yang mengatur morfologi sel darah bulan sabit. Alel yang ditunjukkan dengan huruf S dan s:

1.    keduanya bisa ditemukan dalam kromosom Y

2.    salah satunya bisa ditemukan dalam satu sel sperma si Polan

3.    keduanya berada dalam kromosom yang sama tapi letaknya berjauhan

4.    terdapat dalam kromosom yang homolog

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Pada pewarisan sifat, sifat yang tertutupi oleh sifat yang lain disebut dominan

9.    Kondensasi molekul DNA yang berasosiasi dengan protein sehingga terbentuk kromosom yang memendek dan menebal terjadi pada profase

10.  Pembentukan membran sel tumbuhan dimulai dari tengah sel asal yang diikuti pembentukan dinding sel

11.  Pembelahan sel eukariota meliputi dua tahap, yaitu mitosis dan sitokinesis atau disebut fase mitotik

12.  Dua molekul DNA hasil replikasi terpisah dan secara bersamaan komponen sitoplasma mengganda terjadi pada pembelahan biner

13.  Pada meiosis II terjadi pemisahan kromosom homolog

14.  Suatu individu dengan komposisi genotipe AABbcc bisa disebut heterozigot untuk 1 gen

15.  Perbandingan fenotipe F1 = 9:3:3:1 bisa diperoleh dari percobaan model dihibrid Mendel

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Hubungan antar alel yang terekspresi bersama-sama disebut ____________

17.  Struktur tetrad bisa ditemukan pada tahap ______dari rangkaian pembelahan meiosis

18.  Pada kasus dominan tak penuh, maka persilangan homozigot dominan dan homozigot resesif akan menghasilkan F2 dengan perbandingan genotipe = _______

19.  Menurut Mendel, alel yang tidak memunculkan fenotipe jika kondisi heterozigot disebut ___________

20.  Sebagai langkah awal, Mendel hanya mengamati dan menganalisis data untuk setiap sifat secara terpisah, dikenal dengan istilah percobaan ______________

Materi 7 : Prinsip Dasar Teknologi DNA Rekombinan

PILIHAN GANDA

1.    Teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) biasa digunakan untuk :

a.    menggandakan protein

b.    menyambung fragmen DNA

c.    memperbanyak sel bakteri rekombinan

d.    memperbanyak ruas tertentu DNA

e.    memisah-misahkan satu fragmen DNA yang sangat penting

2.    Agar gen manusia dapat disisipkan ke plasmid, maka keduanya harus :

a.    memiliki panjang yang sama

b.    berasal dari tipe sel yang sama

c.    menyandikan gen yang sama

d.    dipotong dengan enzim restriksi yang sama

e.    memiliki urutan nukleotida yang identik

3.    DNA dapat masuk ke dalam sel bakteri melalui :

a.    transkripsi

b.    rekombinasi

c.    transduksi

d.    translasi

e.    ekspresi

4.    Perangkat utama yang digunakan pada pembentukan DNA rekombinan :

a.    DNA ligase

b.    bakteriofage

c.    DNA polimerase

d.    gen

e.    kromosom

5.    Plasmid :

a.    berbentuk linier

b.    DNA selain kromosom

c.    terdapat pada virus

d.    DNA kromosom

e.    lebih besar dari ukuran kromosom bakteri

PILIH :

a. jika 1, 2 dan 3 benar

b. jika 1 dan 3 benar

c. jika 2 dan 4 benar

d. jika hanya 4 benar

e. jika semua benar

6.    Mekanisme konjugasi bisa terjadi jika :

1.    ada sel donor dan sel resipien

2.    ada fage yang menyuntikkan DNA ke sel resipien

3.    ada kontak fisik antara sel donor dan sel resipien

4.    dua utas DNA bisa saling komplemen

7.    Untuk melakukan rekombinasi gen dalam rekayasa genetik diperlukan :

1.    mikroskop untuk mengarahkan masuknya DNA target

2.    enzim ligase untuk menyambung DNA

3.    media selektif untuk menumbuhkan virus

4.    tahapan isolasi DNA untuk memperoleh molekul DNA

PILIHLAH B JIKA PERNYATAAN BENAR

ATAU S JIKA SALAH

8.    Plasmid digunakan untuk memperbanyak gen yang telah disisipkan dengan bantuan bakteri

9.    Teknik elektroforesis digunakan untuk memisahkan fragmen-fragmen DNA berdasarkan muatan listriknya

10.  Agrobacterium tumefaciens patogen digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam genom tanaman

11.  Sacharomyces cereviciae digunakan untuk memproduksi vaksin hepatitis B

12.  DNA fingerprint dapat medeteksi hubungan darah (keluarga)

13.  Perbedaan pada urutan DNA dapat diketahui dengan teknik RFLP

14.  Konjugasi adalah pemindahan DNA dari satu sel ke dalam sel lainnya melalui perantaraan fage

15.  Probe merupakan asam nukleat pendek, berutas tunggal dan diberi label radioaktif atau non-radioaktif

ISILAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS

16.  Proses masuknya DNA bebas dari lingkungan sekitar sel ke sel bakteri disebut ___________

17.  Plasmid yang sudah disisipi dengan fragmen DNA disebut _________

18.  Dalam teknologi DNA rekombinan, plasmid yang digunakan untuk memindahkan DNA ke dalam sel hidup mempunyai fungsi yang dikenal dengan istilah ____________

19.  Enzim untuk menyambung DNA adalah ___

20.  ____________digunakan untuk menyimpan gen atau fragmen DNA yang telah diklonkan

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES

SALAM B’EXPERT !!

Dasar Percobaan

Titrasi oksidasi reduksi (oksidi-reduktometri)  merupakan teknik titrasi yang melibatkan perpindahan elektron, reaksi melibatkan unsur yang mengalami perubahan tingkat oksidasi (Darusman 2001). Teknik titrasi reduktometri merupakan teknik yang menggunakan titran sebagai reduktor. Salah satu teknik yang menggunakan prinsip reduktometri adalah titrasi dengan menggunakan larutan iodium (I2). Cara titrasi redoks yang menggunakan larutan iodium sebagai pentiter disebut iodimetri, sedangkan yang menggunakan larutan iodida sebagai pentiter disebut iodometri (Rivai 1995). Dalam proses analitik, iodium digunakan sebagai pereaksi oksidasi (iodimetri) dan ion iodida digunakan sebagai pereaksi reduksi (iodometri). Iodometri (oksidator yang dianalisis kemudian direaksikan dengan ion iodida berlebih dalam keadaan yang sesuai yang selanjutnya iodium (I2) dibebaskan seacara kuantitatif dan dititrasi dengan natrium tiosulfat (Na2S2O3) standar) dan indikator yang digunakan adalah amilum (Khopkar 1990).

Iodometri dapat digunakan dalam analisis kuantitatif kandungan vitamin C karena I2 dapat mengoksidasi vitamin C. Vitamin C (asam askorbat) adalah suatu turunan heksosa dan diklasifikasikan sebagai karbohidrat yang erat berkaitan dengan monosakarida. Vitamin C dapat ditemukan dalam buah beri, buah-buahan sitrus, dan sayuran hijau. Sumber yang baik termasuk asparagus, alpukat,   anggur, kubis, lemon, biji sawi hijau, bawang, kacang peas hijau,  nenas,  bayam, strawberri, tomat, dan selada air.  Bahan yang akan dianalisis  kandungan vitamin C pada praktikum kali ini adalah buah jeruk segar dan tablet vitamin C. Kedua bahan tersebut telah diketahui mengandung vitamin C, akan tetapi jumlah kandungan vitamin C-nya masih belum diketahui. Analisis kandungan vitamin C buah jeruk menggunakan daging buah jeruk. Seperempat bagian dari total kandungan vitamin C buah jeruk terdapat di dalam sari buahnya (Tarwotjo 1998).

Tujuan

Tujuan praktikum kali ini adalah belajar menganalisis ion-ion melalui prinsip reduksi-oksidasi dengan menggunakan teknik iodometri.

Prosedur Percobaan

Pekerjaan pertama yang dilakukan pada percobaan kali ini adalah standardisasi Na2S2O3. Sebanyak 10 mL larutan primer KIO3, ditambahkan 10 mL KI 1 N dan 10 mL HCl 1 N dan segera dititrasi dengan Na2S2O3 sampai warna menjadi merah sekali; diberi 2 mL larutan amilum dan titrasi dilanjutkan sampai warna mendadak lenyap. Titrasi dilakukan triplo.

Standardisasi  I2 dilakukan dengan menambahkan 10 mL Na2S2O3 dengan 1 mL amilum dan dititrasi dengan I2. Titrasi dihentikan ketika terjadi perubahan warna dari tak berwarna menjadi biru tua.

Penentuan vitamin C dari buah jeruk. Buah jeruk dikupas, dibuang kulitnya, ditimbang 20 g daging jeruk dan dihaluskan dalam mortar. Air destilata 50 mL ditambahkan dan dipindahkan ke dalam Erlenmeyer. Ditambahkan 20 tetes amilum dan dititrasi dengan I2 0,1 N. Titrasi dilakukan triplo.

Penentuan vitamin dari tablet. Ditimbang 0,2 g serbuk tablet vitamin C dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer. Serbuk dilarutkan dengan 30 mL aquades, kemudian ditambahlan 20 tetes amilum dan dititrasi dengan I2 0,1 N. Titrasi dilakukan triplo.

Hasil percobaan

1.      Standardisasi Na2S2O3 dan I2

Penentuan massa KIO3 yang akan digunakan dalam pembuatan larutan baku:

Normalitas larutan yang diinginkan: 0,1N

Berat molekul KIO3: 214,02 g/mol

Berat ekuivalen KIO3: 1/6.BM = 1/6 x 214,01 = 35,6683 g/mol

Volume larutan: 50 mL

Massa KIO3 = 0,1784 gram

= 0,1001 N

Tabel 1 Standardisasi NaS2O3 dengan KIO3 menggunakan indikator amilum

Ulangan Volume KIO3 N KIO3 Volume Na2S2O3 [Na2S2O3]
Awal Akhir Terpakai
1

2

3

10

10

10

0,1001

0,1001

0,1001

0

10,3

20,2

10,3

20,2

30,1

10,3

9,9

9,9

0,0972

0,1011

0,1011

Rata-rata 0,0998

Indikator amilum. Perubahan warna dari biru menjadi tidak berwarna.

Reaksi: KIO3 + KI + HCl → KCl + I2 + H2O

2S2O3= + I2 → S4O6= + 2I

Penentuan konsentrasi Na2S2O3:

Contoh perhitungan: Ulangan 1

V1N1 = V2N2

10.0,1001 = 10,3.N2

N2 = 0,0972 N

Tabel 2 Standardisasi  I2 dengan Na2S2O3 dengan indikator amilum

Ulangan Volume Na2S2O3 N Na2S2O3 Volume I2 [I2]
Awal Akhir Terpakai
1

2

3

10

10

10

0,0972

0,0972

0,0972

0

0

10,4

10,3

10,4

20,6

10,3

10,4

10,2

0,0968

0,0959

0,0983

Rata-rata 0,0968

Indikator amilum. Perubahan warna dari biru menjadi tidak berwarna.

Reaksi : I2 + 2Na2S2O3 → 2NaI + Na2S4O6

Penentuan konsentrasi I2:

Contoh perhitungan: Ulangan 1

V1N1 = V2N2

10. 0,0972 = 10,3.N2

N2 = 0,0968 N

2.      Penentuan kadar vitamin C

Tabel 3 Titrasi vitamin C dari buah jeruk oleh I2 dengan indikator amilum

Ulangan Massa jeruk Volume I2 N Vitamin C Kadar vitamin C (%)
Awal Akhir Terpakai
1

2

3

10,1821

10,0291

10,0613

0,4

1

1,3

0,7

1,2

1,7

0,3

0,2

0,4

0,0006

0,0004

0,0008

0,0519

0,0614

0,0700

Rata-rata 0,0006 0,0611

Indikator amilum. Perubahan warna dari jingga menjadi biru kehitaman.

Reaksi : HC6H7O6 + I2 → 2HI + C6H6O6

Penentuan N vitamin C :

Contoh: Ulangan 1

V1N1 = V2N2

50.N1 = 0,3.0,0968

N1 = 0,0006 N

Penentuan bobot vitamin C:

Contoh perhitungan: Ulangan 1

Berat molekul vitamin C (HC6H7O6): 176

Volume larutan: 50 mL

Massa vitamin C = 0,0059 gram

=  0,0519 %

Tabel 4 Titrasi vitamin C (tablet) oleh I2 dengan indikator amilum

Ulangan Massa Vitamin C Volume I2 N Vitamin C Kadar vitamin C (%)
Awal Akhir Terpakai
1

2

3

0,2020

0,2002

0,2002

0

4

8

4

8

12,1

4

4

4,1

0,0129

0,0129

0,0132

33,7129

34,0160

34,8132

Rata-rata 0,0130 34,1807

Indikator amilum. Perubahan warna dari kuning menjadi biru kehitaman

Reaksi : HC6H7O6 + I2 → 2HI + C6H6O6

Penentuan N vitamin C :

Contoh: Ulangan 1

V1N1 = V2N2

30.N1 = 4.0,0968

N1 = 0,0129 N

Penentuan bobot vitamin C:

Contoh perhitungan: Ulangan 1

Berat molekul vitamin C (HC6H7O6): 176

Volume larutan: 30 mL

Massa vitamin C =  0,0681 gram

= 33,7129 %

Pembahasan

Teknik reduktometri ada bermacam-macam, salah satunya adalah iodometri. Analisis dengan teknik iodometri dapat menentukan kadar suatu zat. Pada analisis ini zat yang akan ditentukan kadarnya, direaksikan dengan zat lain yang telah diketahui konsentrasinya, sampai tercapai suatu titik ekuivalen sehingga kepekatan (konsentrasi) zat yang kita cari dapat dihitung (Syukri 1999). Teknik ini menggunakan cara titrasi dalam penentuan kadar suatu zat.  Dalam proses titrimetri, diperlukan adanya pembuatan standardisasi dengan larutan baku. Hal ini penting dilakukan karena volume dan konsentrasi pereaksi harus diketahui dengan tepat. Standardisasi Na2S2O3 menghasilkan nilai konsentrasi (N) Na2S2O3 sebesar 0,0998. Nilai ini akan digunakan dalam menentukan konsentrasi I2. Konsentrasi I2 ditentukan dengan titrasi oleh Na thiosulfat (Na2S2O3).  Konsentrasi I2 perlu diketahui dengan pasti karena I2 bertindak sebagai pengoksidasi dalam penentuan kadar vitamin C. Dari hasil percobaan, diketahui bahwa konsentrasi I2 adalah sebesar 0,0968.

Indikator yang dipakai dalam pentuan kadar vitamin C adalah amilum. Amilum sangat peka terhadap iodium dan terbentuk kompleks amilum berwarna biru cerah, saat ekivalen amilum terlepas kembali (Khopkar 1990). Suatu kelebihan ion iodida ditambahkan kepada pereaksi oksidasi yang ditentukan, dengan pembebasan iodium, yang kemudian dititrasi dengan larutan natrium thiosulfat. Reaksi antara iodium dan thiosulfat berlangsung secara sempurna (Rivai 1995).

Hasil pengukuran kandungan vitamin C menunjukan bahwa rata-rata dalam setiap 10 gram daging buah jeruk, terkandung 0,0611% vitamin C. Jika dibandingkan dengan literatur, jumlah ini tergolong kecil. Sari buah jeruk mengandung 40-70 mg vitamin C per 100 ml, tergantung pada jenisnya (Tarwotjo 1998). Kandungan vitamin C jeruk dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya ialah usia buah. Makin tua buah jeruk, biasanya makin berkurang kandungan vitamin C-nya (Tarwotjo 1998). Jeruk yang digunakan pada praktikum kali ini adalah jeruk yang sudah matang sehingga kandungan vitamin C-nya telah menurun.

Tablet vitamin C tidak hanya mengandung vitamin C, tetapi juga mengandung karbohidrat (pati) yang berfungsi sebagai pemadat. Oleh karena itu, dalam satu tablet tidak mengandung 100%  vitamin C. Hasil percobaan menunjukan bahwa dalam setiap 0,2 gram tablet  terkandung 34,1807% vitamin C. Kandungan vitamin C akan semakin menurun jika  terlalu lama disimpan. Hal ini dikarenakan vitamin C mudah sekali terdegradasi, baik oleh temperatur, cahaya maupun udara sekitar sehingga kadar vitamin C berkurang (Helmiyesi et al 2008). Proses kerusakan atau penurunan vitamin C ini disebut oksidasi.

Simpulan

Analisis ion melalui prinsip reduksi-oksidasi dengan menggunakan teknik iodometri dapat digunakan dalam penentuan kadar vitamin C. Hasil analisis ini menunjukan bahwa rata-rata dalam setiap 10 gram daging buah jeruk terkandung 0,0611% vitamin C. Pada tablet vitamin C yang diuji diketahui bahwa rata-rata  dalam setiap 0,2 gram tablet, kadar vitamin C-nya sebesar 34,1807%.

Daftar Pustaka

Darusman L K.  2001. Diktat Kimia Analitik 1 jilid 1. Bogor: Departemen Kimia FMIPA-IPB.

Helmiyesi, Hastuti R.B., Prihastanti E. 2008. Pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar gula dan vitamin C pada buah jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa). Buletin Anatomi dan Fisiologi 16:33-37.

Khopkar S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Rivai H. 1995. Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Tarwotjo C.S. 1998. Dasar-dasar Gizi Kuliner. Jakarta: Grasindo.

IDENTIFIKASI PATOGEN PADA DAGING

Pendahuluan

Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme

dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti

perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya. Selain itu pertumbuham mikroorganisme dalam bahan pangan juga dapat mengakibatkan perubahan fisik atau kimia yang tidak diinginkan, sehingga bahan pangan tersebut tidak layak dikomsumsi. Kejadian ini biasanya terjadi pada pembusukan bahan pangan. Bahan pangan dapat bertindak sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit. Penyakit menular yang cukup berbahaya seperti tifus, kolera, disentri, atau tbc, mudah tersebar melalui bahan makanan (Siagian 2010).

Polymerase chain reaction merupakan teknik yang sangat berguna dalam membuat salinan DNA. PCR memungkinkan sejumlah kecil sekuens DNA tertentu disalin (jutaan kali) untuk diperbanyak (sehingga dapat dianalisis), atau dimodifikasi secara tertentu. Sebagai contoh, PCR dapat digunakan untuk menambahkan situs enzim restriksi, atau untuk memutasikan (mengubah) basa tertentu pada DNA. PCR juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan sekuens DNA tertentu dalam sampel. PCR memanfaatkan enzim DNA polimerase yang secara alami memang berperan dalam perbanyakan DNA pada proses replikasi. Namun demikian, tidak seperti pada organisme hidup, proses PCR hanya dapat menyalin fragmen pendek DNA, biasanya sampai dengan 10 kb (kb=kilo base pairs=1.000 pasang basa). Fragmen tersebut dapat berupa suatu gen tunggal, atau hanya bagian dari suatu gen (Yeprihadi 2009).

Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen yang terdapat pada daging dengan menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction).

Prosedur Percobaan

50 mg daging kambing/ayam dicincang

Gerus dengan menambahkan N2cair

Tambahkan 350 ml buffer lysis (dengan proteinase k)

Inkubasi (550C, 15’) dibolak-balik 5’

Diletakkan kedalam es 10’

Tambahkan 150µ NaCl 6N

Bolak-balik 6-8x

Disimpan dalam es

Sentrifuse dengan kecepatan 10000 rpm 10’

Ambil 500µl super natan

Tambahkan 4µl RNAase

Inkubasi 370C 15’

Tambahkan isopropanol dingin sebanyak 350 µl

Bolak-balik 6-8 x

Sentrifuse 10.000 rpm 20 menit

Ambil pelet

Tambahkan 500 µl ETOH 70%

Sentrifuse 10.000 rpm 5 menit

Keringkan

Tambahkan 20 µl ddH2O

Elektroforesis

(b). PCR 16S RNA

Template                                 0,5  µl

Buffer                                                 1     µl

dINTP 2mm                            1     µl

primer 63 F                             0,3  µl

1387 R                                    0,3  µl

ddH2O                                                6,3  µl

DMSO                                                0,4  µl

10,0 µl

Hasil Pengamatan

Marker                                                                                                Hasil Running

kelompok 9

Gambar 1. Hasil elektroforesis identifikasi patogen pada daging

Pembahasan

Percobaan ini menggunakan berbagai macam larutan yang diantaranya adalah N2 cair yang berfungsi untuk membantu pembekuan, sehingga mudah untuk dilakukan penggerusan atau penghancuaran. Isopropanol merupakan bentuk sekunder dari ethanol, sebernarnya penggunaan isopropanol atau ethanol ini sama fungsinya yaitu untuk melepaskan air dari DNA dengan kata lain larutan ini berfungsi untuk mengendapkan DNA, perbedaan keduanya adalah isopropanol merupakan bentuk sekunder yang ternyata lebih mudah untuk menarik air dari DNA sehingga penggunaannya memerlukan konsentrasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan EOOH. Larutan lainnya yaitu DNTPmix yang bersungsi sebagai nukleotida, dimana kita ketahui bersama pada sel terjadi sintesis protein secara kontinu, sehingga untuk mempertahankan kondisi seperti didalam sel maka diperlukan DNTP mix untuk kebutuhan sintesis. DMSO berfungsi untuk percepatan melting atau pembukaan ikatan hidrogen pada DNA. Proteinase K berfungsi untuk mendegradasi protein pada bakteri, sehingga pada saat dielektroforesis protein pada bakteri akan berpendar dan terlihat bahwa daging tersebut mengandung bakteri patogen.

Sama seperti percobaan sebelumnya yaitu isolasi DNA eukariot, pada identifikasi bakteri patogen pada daging ini kami juga melakukan isolasi DNA. Isolasi DNA pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri patogen yang terdapat pada daging yang telah diujikan. Percobaan ini juga melakukan proses PCR yang mempunyai tahapan-tahapan dalam pengerjaannya. Tahapan pertama adalah melting yaitu tahapan dimana DNA akan terburai atau terputus ikatan hidrogennya. Tahapan kedua adalah Annealing yaitu penempelan tahapan ini bergantung kepada jenis DNA primernya, semakin tinggi suhu yang digunakan maka akan semakin baik hasilnya sehingga pada tahapan ini minimalnya diperlukan suhu sebesar 500C. tahapan yang terakhir adalah Extension yaitu tahap pemanjangan, pada tahap ini suhu yang dipergunakan adalah harus 720C karena pada suhu tersebut enzim Taq Polimerase pada keadaan aktif, sehingga suhu yang dipergunakan harus mutlak 720C, pada tahap ini dapat dihasilkan polimerasi dalam waktu 1 menit dan mengahsilkan 1000bp. Hasil polimerasi itulah yang nantinya akan digunakan sebagai cetakan, sehingga dinamakan PCR (Polimerase Chain Reaction)

Berdasarkan hasil percobaan dapat diamati, ternyata pada daging dengan perlakukan perendaman Escherichia coli mengalami pendaran, walaupun tidak kuat namun terlihat pendarannya, hal ini berarti bahwa daging yang diamati oleh kelompok 9 mengandung bakteri patogen. Bakteri patogen yang biasa hadir dalam daging adalah Salmonella dan Campylobacter, selain mikrooranisme yang secara alami terdapat pada saluran pencernaan seperti Clostridium perfringens, Escherichia coli, Yersinia entercolitica dan Listeria monocytogenes. Prosespemotongan unggas secara kontinyu, meningkatkan penularan mikroorganisme dari karkas yang satu ke yang lainnya. Demikian juga penggilingan daging dalam pembuatan daging cincang dapat menyebarkan mikroorganisme, sehingga daging cincang merupakan produk daging yang beresiko tinggi (Siagian 2002).

Simpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa percobaan mengidentifikasi bakteri patogen pada daging dapat dikatakan berhasil (kelompok9), karena terlihat dari pendaran hasil elektroforesis yang telah dilakukan. Bakteri patogen yang teridentifikasi adalah bakteri Escherichia coli karena sebelunya telah dilakukan perendaman dengan bakteri tersebut.

Daftar Pustaka

Alberts, B., Johnson, A., Lewis, J., Raff, M., Roberts, K., Walter, P. 2002. Molecular Biology of the Cell. Edisi ke-4. Garland Science: New York. ISBN 0-8153-3218-1 (versi online di NCBI Bookshelf)

[Anonim]. 2010. Biologi Molekuler. [terhubung berkala]. http:// www. Wikimedia.org/file: biologi molekuler.[31 Mei 2010]

Jusuf M. 2001. Genetika I Struktur dan Ekspresi Gen. Bogor : Sagung Seto.

Siagian A. 2002. Mikroba Patogen Pencemar Makanan. [terhubung berkala] http:// www.digital library usu.ac.id/fkmalbiner/mikroba patogen [31 Mei 2010]

Yeprihadi. 2009. Mengenal PCR (Polymerase Chain Reaction). [terhubung berkala]. http:// www. ScienceBiotech.net. [15 Mei 2010]

Pendahuluan

Buah biasanya berkembang dari ginoesium, tetapi pada banyak buah organ-organ lain pun turut serta. Organ-organ yang demikian itu dapat berupa daun tenda atau tepal (Morus), reseptakel atau penyangga (Fragraria), braktea atau daun pelindung (Ananas), tabung bunga, yang terbentuk oleh organ-organ bunga bersama-sama dengan reseptakel (Pyrus malus), dalam hal organ-organ lain selain dari ginoesium yang ikut serta dalam pembentukan buah, tersebut dinamakan buah semu atau pseudokarp.

Diterima secara umum bahwa uah itu berkembang sesudah pembuahan (fertilisasi), tetapi tidak selalu demikian. Buah pada banyak tumbuhan, seperti misalnya varietas tertentu dari Musa, Citrus dan Vitis berkembang tanpa pembentukan bijinya. Fenomena ini disebut partenokarpi. Beberapa tumbuhan contonya kacang tanah (Arachis hypogaea), buahnya itu hanya berkembang setelah ginofor menembus kedalam tanah dengan membawa serta karpel atau daun buah dengan oul atau bakal biji yang telah dibuahi (Zamski & Ziv, 1976).

Ada beberapa cara untuk klasifikasi buah (Winkler, 1939). Buuah diklaifikasikan kedalam beberapa tipe berdasarkan dua kriteria. Kriteria utamanya adalah derajat kekerasan perikarp, yaitu dinding buah dengan struktur kering dank eras atau berdaging dan berair. Kriteria yang kedua adalah kemampuan buah untuk merekah atau tidak bila masak (Fahn & Werker, 1972).

Tujuan

Mengamati morfologi buah serta menggunakan istilah-istilah untuk menerangkan variasi morfologi dari bagian tumbuhan tersebut.

Hasil dan Pembahasan

Buah lamtoro

Ruang buah

Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), dari family Fabales, dengan ordo Magnoliopsida dan divisi Magnoliophyta serta kingdom Plantae ini yang sering digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun dimasukkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Oleh sebab itu agaknya, maka tanaman ini di Malaysia dinamai petai jawa.

Buah polong bentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14—26 cm × 1.5—2 cm, dengan sekat-sekat di antara biji, hijau dan akhirnya coklat kering jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Berisi 15—30 biji yang terletak melintang dalam polongan, bundar telur terbalik, coklat tua mengkilap, 6—10 mm × 3—4.5 mm.

Jawaban Pertanyaan

Buah ini berkembang dari daun buah tunggal buah akan pecah menjadi dua katup sepanjanng sulur atau kampuh yang mengelilingi buah. Berupa monocarp atau syncarp. Biasanya eksokarp terdiri atas epidermis saja mesokarp- dari parenkim yang relative tebal, endocarp dari sklerenkim yang dibagian dalamnya biasanya ada epidermis yang berdinding tipis atau beberapa lapisan parenkima dan epidermis. Berkas pembuluah terdapat dalam parenkim mesokarpnya disertai dengan sklerenkim. Berasal dari satu karpel. Karena berkembang dari daun buah tunggal maka buah tersebut dapat digolongkan sebagai buah tunggal. Dinding buah kering. Kedua katup dari polong tersebut yang sudah masak akan membelit dan merekah hal ini disebabkan pengerutan anisotropic pada dinding tebal sel-sel perikarp (Fahn, 1994). Tipe plasentasi biji dalam ruang buah, setiap biji mempunyai ruang sendiri, jumlah biji dalam buah ada sekitar 5-6 biji. Tidak ada struktur selain bakal buah masak yang menyusun buah sehingga dapat di golongkan sebagai buah sejati. Tipe buah tersebut adalah buah kering merekah buah tunggal.

Samara

Merupakan buah yang berasal dari suku Dipterocarpaceae kebanyakan Shorea merupakan spesies dengan musim perbungaan raya. Musim perbungaan raya adalah musim berbunga aneka (hampir semua) spesies dipterokarpa, bersama pohon-pohon suku tetumbuhan lainnya, yang berlangsung kurang lebih serentak secara berkala, dalam jangka waktu yang tidak teratur antara 3-10 tahun. Diduga bahwa perbungaan, yang kemudian diikuti pula oleh perbuahan, serentak ini berevolusi untuk mengatasi gangguan hewan-hewan pemakan biji atau untuk menyukseskan penyerbukan bunga

Jawaban Pertanyaan

Samara merupakan buah berbiji satu bersayap, hanya mengandung satu biji jika masak buah tidak merekah. Nuselus hampir seluruhnya hilang sebelum penyerbukan dan integumennya sangat tebal, dari delapan sampai duabelas sel tebalnya. Perikarp bertambah tebal, dan sel-selnya sama, namun lebih kecil dari sel integument. Dapat dibedakan epidermis luar dengan nyata dalam perikarp. Dengan matangnya bunga, mulailah dibentuk rongga lisigen dalam bagian dalam perikarp. Selama proses pemasakan buah, lapisan-lapisan dalam pada perikarp itu hancur. berasal dari bakal buah syncarpous dengan 1 ruang, menumpang, kulit buah dan kulit biji tidak berlekatan, kulit buah keras seperti batu dan atau berkayu bila masak kulit buah pecah berasal dari putik monocarp atau syncarp, mengandung beberapa biji Biji nya berkembang dari bakal buah terbenam sehingga dikelilingi oleh jaringan bunga selain dari dinding bakal buah sehingga disebut buah semu.  Tipe buah ini merupakan buah kering tak merekah.

Buah Batu (Kelapa)

Buah kelapa berbeda dengan buah buni, karena endokarpnya yang tebal dan keras. Sebenarnya kelapa tidak lazim disebut buah sepeti halnya padi. Hal ini terjadi karena yang kita makan dari kelapanya adalah endospermanya bukan buahnya. Endospermanya berupa air dan struktur berdaging yang berwarna putih yang biasa kita makan. Sturktur paling luar yaitu eksokarp, disebelah lebih dalam terdapat struktur kasar yang sehari-hari disebut sabut kelapa yang merupakan bagian mesokarp, lebih dalam lagi kita dapat menemukan sturktur yang keras sekali yang kita sebut dengan tempurung, tempurung ini merupakan bagian buah yang paling dalam (endocarp) setelah tua tempurung bisa keras sekli karena terdiri atas sklereid. Bakal buah kelapa terdiri dari tiga karpel. Setelah menjadi kelapa masih jelas terlihat bentuk segitiga yang menandakan bahwa buah berasal dari tiga karpel.

Mesokarp

Endokarp

Endosperma

Jawaban Pertanyaan

Bunga yang terlibat dalam pembentukan buah tersebut berjumlah banyak, jumlah bakal buah yang membentuk buah tersebut ada tiga buah. Merupakan buah tunggal dan sejati. Buah batu merupakan buah berdaging, namun mempunyai 3 lapisan yaitu eksokarp yang merupakan daerah bagian terluar

Pendahuluan

Metode parafin merupakan cara pembuatan preparat permanen yang menggunakan parafin sebagai media embedding dengan tebal irisan kurang lebih mencapai 6 mikron-8 mikron. Metode ini memiliki irisan yang lebih tipis daripada menggunakan metode beku atau metode seloidin yang tebal irisannya kurang lebih mencapai 10 mikron. Langkah-langkah penting dalam metode ini antara lain  fiksasi, pencucian, dehidrasi, penjernihan, embedding, penyayatan (section), penempelan, pewarnaan, dan penutupan. Larutan fiksasi yang digunakan untuk proses fiksasi adalah larutan Bouine. Larutan fiksasi ini merupakan larutan yang mampu bereaksi dan menandai  suatu sel dengan spesimen diiris setipis mungkin. Hal ini mendukung laju fiksasi dalam sel (Botanika 2008).

Embedding merupakan proses pelilinan suatu organ dengan menggunakan kotak kertas. Proses ini memudahkan dalam membuat irisan yang sangat tipis dengan menggunakan mikrotom. Beberapa keuntungan menggunakan kotak kertas dalam embedding yaitu bisa membuat arah sayatan dan menandai suatu jaringan. Jaringan atau sampel akan ditanam  di ketas kotak, dengan terlebih dahulu parafin membeku pada bagian dasar dalam kotak dan setelah penempelan jaringan  dilanjutkan dengan penutupan dengan parafin sampai membeku.

Proses penyayatan (sectioning) diawali dengan pengirisan blok parafin dengan scalpel, sehingga permukaan blok parafin yang akan diiris dengan mikrotom berbentuk segi empat. Letak mata pisau pada mikrotom menentukan hasil yang diperoleh. Hasil sayatan diambil dengan menggunakan kuas secara hati-hati. Pita hasil sayatan ditempel pada kaca objek dengan menggunakan meyer albumin. Kaca obyek tersebut diletakkan di atas meja penangas ( haeting plate). Meyer  albumin memiliki kandungan putih telur dan gliserin dan merupakan pelakat alami yang sangat baik (Hugo 2008).Proses pewarnaan dilakukan setelah preparat dideparafinasi dengan merendam preparat pada xylol. Salah satu pewarna metode parafin pada jaringan hewan adalah hematoxylin dan Eosin. Zat warna hematoxilin ini bersifat aquaosa.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah dan cara pembuatan preparat jaringan hewan dengan metode paraffin dan mampu mengamati struktur jaringan hewan tersebut.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah mikroskop, gelas ukur, preparat, gleas objek, tabung reaksi, mikrotom, pipet tetes, pinset, oven, silet, tabung reaksi, dan botol fiksatif.

Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah organ hewan, paraffin, larutan FAA, larutan Bouine, NaCl fisiologis, alkohol 30%, 50%, 70%, 80%, 90%, 100%, larutan xilol, larutan hematoxilin, eosin, dan entellan.

Pembahasan

Metode parafin termasuk metode irisan yang merupakan metode rutin atau standar. Pengamatan secara mikrokopis dari sesuatu jaringan yang normal sifatnya maupun yang mengidap sesuatu penyakit (patologis) akan lebih baik hasilnya bila dilakukan dari preparat jaringan yang telah dipersiapkan secara baik, telah dilakukan penyayatan yang cukup tipis, serta diberi pewarnaan yang sesuai, sehingga berbagai elemen jaringan yang diteliti lebih mudah untuk diamati. Dengan demikian, tidak saja penelitian secara mikroanatomi yang dapat dilakukan, tetapi juga memberi kemudahan dalam membedakan berbagai perubahan yang terjadi pada sel-sel jaringan yang diteliti. Adakalanya beberapa jenis jaringan memerlukan perlakuakan yang khusus untuk dapat menelitinya, seperti dalam hal jenis pewaranaan yang harus digunakan untuk sesuatu jenis jaringan tertentu (Sugiharto, 1989).
Suatu larutan fikasasi (fiksatif) yang baik akan mematikan serta mengawetkan semua isi sel dalam ukuran serta posisi semula dalam sel. Akan tetapi bila ditangani secara kasar, bahan akan rusak sebelum dimasukkan ke dalam larutan pengawet (Sugiharto, 1989).

Dilakukan fiksasi dengan menggunakan larutan FAA (Formalin, Asam asetat glasial, dan alkohol 70%), tujuan dari fiksasi adalah menjaga atau mengawetkan seluruh stuktur sel sehingga sedapat mungkin berada dalam keadaan sama atau hamper sama dengan keadaan aslinya pada waktu masih hidup. Penggunaan FAA tersebut karena penetrasi alkohol dan asam asetat ke dalam jaringan dapat berlangsung dengan cepat sehingga pematian dan fiksasi dapat berjalan dengan cepat, juga merupakan larutan yang stabil dan pengawet yang baik.

Kemudian langkah selanjutnya yaitu dehidrasi dengan menggunakan alkohol bertingkat dengan konsentrasi mulai dari 40%, 60%, 80%, 95%, dan 100%, fungsi dari dehidrasi adalah untuk menghilangkan kandungan air dari jaringan Ricinus comunis tersebut sehingga dapat dikenakan larutan yang dapat bercampur atau larut dalam paraffin dimana bahan akan ditanam. Digunakan alkohol bertingkat tersebut agar jaringan kandungan airnya dapat keluar sedikit demi sedikit hingga pada konsentrasi 100% pengeluaran airnya pun maksimal.

Kemudian langkah berikutnya adalah dealkoholosasi yang menggunkan xylol : alkohol 100% secara bertingkat pula yaitu dengan perbandingan 1:3, 1:1, dan 3:1, hal ini dilakukan agar pengeluaran alkoholnya juga maksimal sehingga larutan xylol inilah yang nantinya dapat terikat langsung dengan paraffin dan agar jaringan tersebut dapat beradaptasi, dan dengan menggunakan xylol I dan xylol II langkah ini dilakukan agar jaringan betul-betul beas dari alkohol dan hanya ada xylol, , serta menggunakan xylol : paraffin yaitu 1 : 9 hal ini dilakukan untuk menghilangkan xylol dari jaringan.
Kemudian langkah selanjutnya adalah infiltrasi/penjernihan, yaitu campuran paraffin dan xylol diganti dengan paraffin murni yang bertujuan untuk menghilangkn kandungan xylolnya secara maksimum serta untuk merekatkan jaringan.
Langkah selanjutnya yaitu penyelubungan dengan merendam jaringan dalam paraffin murni selama 15 menit diudara terbuka dan 15 menit di dalam oven, kemudian setelah mencair jaringan dimasukkan ke dalam blok dan dituangkan kembali paraffin murni kemudian dibiarkan pada suhu kamar agar parafinnya membeku selama 1 – 2 hari atau 48 jam. Hal ini bertujuan agar jaringan dapat dengan mudah terpotong tanpa merusak jaringan akar tersebut.
Kemudian dilakukan pengirisan dengan menggunakan mikrotom

Metode parafin merupakan metode membuat sediaan sayatan dari organ hewan. Larutan NaCl fisiologis bersifat indeferen atau tidak bereaksi dengan jaringan sampel, sebagai isotonis untuk mempertahankan kondisi awal anatomi dari jaringan agar tidak berubah ketika proses.

Larutan Bouine terdiri dari, formalin 15 ml, Asam pikrat jenuh 5 m, asam asetat glasial 1 ml. Fungsinya untuk memfiksasi jaringan. Larutan Bouine dibuat dengan cara melarutkan asam pikrat dalam air panas dan dibuat jenuh, biarkan satu malam. Kemudian ditambahkan formaldehid 14% dan asam asetat glasialmasing-masing dengan perbandingan 75:20:5 (Manson et.al. 1982). fungsinya untuk melihat jaringan hewan menjadi lebih baik.(Manson J M, H Zenick,and R D Coslow. 1982. Teratology Test Methods for Laboratory Animals. New York: Ravent Press. // Jurnal sains dan teknologi farmasi, vol. 12, No. 1, 2007, halaman 32 -40, ISSN: 1410-0177. pengaruh pemberian vitamin C terhadap fetus pada mencit diabetes. Helmi arifin, Vivi delvita, Almahdy A.)

Tujuan fiksasi: menghentikan proses metabolisme secara cepat, mencegah kerusakan jaringan, mengawetkan komponen2 sitologis dan histologis, mengawetkan keadaan sebenarnya, mengeraskan untuk materi2 yang lembek akan terjadi koagulasi protoplasma dan maupun elemen2 di dalam protoplasma, jaringan dapat diwarna sehinggabagian2 dari jaringan dapat mudah dikenali. Reaksi fiksatif harus dapat menstabilkan protein dan menghubungkan (cross-link) protein2 sehingga dapat mempertahankan keadaan di dalam sel/jaringan seperti kondisi in vivo.

Alkohol untuk menarik air/menghilangkan air dari sel (dehidrasi) pada jaringan hewan yang digunakan. Bahan dehidrasi harus dapat menggantikan air yang ada di dalam sel/ jaringan dan mampu melanjutkan kemampuan fiksatif yang bersifat mengeraskan jaringan, sekaligus mampu larut di dalam clearing agent. Dehidrasi dilakukan secara bertahap/ bertingkat (70,80,95,100%).

Xilol berfungsi untuk menjernihkan (clearing) jaringan dari alkohol (dealkoholisasi), zat antara yang dapat larut dalam alkohol sekaligus dalam parafin. Syarat: dapat menggantikan etanol dengan cepat, dapat melarutkan media infiltrasi dengan mudah, tidak mengganggu terhadap jaringan. Dilakukan bertahap, alkohol:xilol (1:1), dilanjutkan ke xilol. Penjernihan akan membuat jaringan tampak menjadi tembus pandang/transparan. Xilol bersifat mengeraskan jaringan dan dapat menyebabkan jaringan mudah rapuhbila terlalu lama di xilol.

Larutan parafin digunakan dalam infiltrasi, berfungsi sebagai medium untuk menanam/embedding yang dimasukkan ke dalam jaringan secara bertahap, zat yang menempati ruang-ruang di dalam jaringan sehingga penyayatan jaringan tidak merubah strukturnya. Jenis parafin: parafin lunak dengan titik leleh sekitar 48ᵒC, parafin medium dengan titik leleh sekitar 52ᵒC, parafin keras dengan titik leleh sekitar 56ᵒC.

Embedding menggunakan parafin (parafin wax) atau lilin merupakan media tanam campuran hidrokarbon minyak bumi yang memiliki titk leleh berkisar antara 40-70ᵒC. Parafin untuk histologi biasanya bukan parafin murni tetapi sudah dicampur. Karena: mempertinggi kekerasan sehingga dapat membuat sayatan tipis pada suhu ambient tinggi, mempertinggi kerekatan media sehingga didapatkan suatu pita hasil sayatan, mengubah struktur kristal pada parafin.

Penyayatan blok parafin berisi jaringan terlebih dahulu dibentuk (trimming). Penyayatan dilakukan menggunakan alat yang disebut mikrotom. Pita hasil sayatan ditempel pada kaca objek yang telah diberikan perekat albumen meyer (albumen/putih telur : gliserin ; 9:1) dan ditetesi air akuades. Selanjtnya ditaruh pada meja penangas, air yang hangat akan mengembangkan pita sayatan, sehingga ukuran sayatan mendekati ukuran sebenarnya.

Pewarnaan dilakukan setelah parafin pada sayatan dilarutkan dengan xilol karena tidak dapat mengikat air, sedangkan pewarnaan mengikat air. Setelah itu, sayatan direhidrasi dengan alkohol bertahap (100,95,80,70%) untuk mengkondisikan jaringan bisa dimasuki air. Dimasukkan dalam pewarna hematoksilin bertujuan untuk mewarnai inti sel (biru keunguan), sedangkan eosin untuk mewarnai sitoplasma menjadi merah muda.

Perlakuan dehidrasi kembali untuk mengeluarkan air dari dalam sel dengan alkohol bertahap (30,50,70,80,95,100%), direndam lagi pada xilol untuk memperkuat pengeluaran air dalam sel. Setelah itu, Mounting/penutupan sayatan oleh entellan yang tidak dapat larut dalam air.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2004,http://www.asosiasipoliteknik.or.id/index.php?module=aspi_jurnal&func=display&jurnal_id=210 (14 Februari, 2008 ).
Anonim,2005,http://www.iptek.apjii.or.id/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-252.pdf, (14 Februari, 2008 ).

Haruna, F. dan Asnady S, M., 2005. Penuntun Praktikum Mikroteknik Tumbuhan,
Makassar: Universitas Hasanuddin Press.

Lianury, Robby N. 2000. Makassar.Histologi. Universitas Hasanuddin Press.

Sugiharto. 1989. Mikroteknik. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati.

BUDI DAYA JAMUR KAYU

Tujuan : Mempelajari teknik-teknik yang berkaitan dengan tahapan budidaya itu

Hasil Pengamatan :

Gambar 1. Jamur Tiram yang telah panen.

Bobot basah jamur total per kantong  : 82,5 gram

Bobot kering substrat                          : 328,5 gram

EB = Bobot basah jamur total per kantong X 100%

Bobot kering substrat

EB = 82,5 X 100 %

328,5

25,11 %

Pembahasan

Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.

Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya.

Akan tetapi yang terpenting medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh (Pelczar 2007).

Jamur kayu merupakan jamur yang tumbuh dengan substrat utamanya adalah kayu. Tahapan yang dilakukan untuk budi daya jamur itu sendiri meliputi isolasi, pembuatan biakan jamur, pembuatan bibit, pembuatan substrat produksi, penanaman bibit, pemeliharaan dan panen. Biakan jamur pada praktikum kali ini sudah dibuat sebelumnya. Pembuatan bibit adalah penanaman sedikit inokulum dari biakan jamur pada media bibit. Media bibit yang kita gunakan dalam praktikum kali ini dibuat dari campuran sorgum dengan serbuk gergaji,dedak, dan kapur, namun pembibitan dapat juga digunakan dari biji-bijian. Perbandingan jumlah antara bahan-bahan campuran diatas mempengaruhi hasil yang nantinya didapatkan, semakin banyak jumlah sorgum maka akan semakin baik kualitas bibit yang didapatkan (Samson et all 1996).

Media produksi di sterilisasi terlebih dahulu sebelum diinokulasi dengan bibit. Sterilisasi dapat dilakukan dengan autoklaf, setelah disterilisasi akan dimasukan bibit dengan cara meneginokulasikannya secara aseptik kedalam media produksi. Selanjutnya, media produksi akan diinkubasi selama beberapa minggu sebelum memasuki fase reproduksi. Lama inkubasi tergantung dari bobot dari media produksi yang digunakan. Penyiraman dilakukan steiap hari dengan cara menyipratkan air ke pada media produksi yang telah berisi bibit jamur tiram, pada dasarnya penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban lingkungan dari bibit jamur itu sendiri, karena jamur hanya dapat tumbuh pada suasana lingkungan yang lembab.

Pemanenan dapat dilakukan secara berkala, jamur pertama akan tumbuh dari celah-celah kapas atau bagian kantong yang terbuka, pada beberapa praktikan ditemui pertumbuhan jamur melalui celah pada bagian bawah kantong, hal ini disebabkan tidak adanya jalan keluar pada bagian atas, sehingga primordia yang seharusnya bisa melalui atas terhambat. Jamur yang dipanen seharusnya memilki warna yang putih bersih, pada jamur yang praktikan buat, memiliki warna putih agak kekuningan, hal ini disebabkan karena keterlambatan dalam proses pemanenan.

Kesimpulan

Nilai EB yang diperoleh adalah sekitar 25 persen hal ini menunjukkan bahwa jamur yang ditanam mempunyai keefisienan yang cukup untuk tumbuh. Keefisienan ini didukung oleh adanya beberapa faktor yang diantaranya adalah faktor lingkungan semakin lingkungan mendukung semakin baik pula tingkat keefisienannya. Tingkat kontaminasi juga berperan dalam mempengaruhi tingkat keefisienan, pada jamur yang praktikan buat tidak tidak temukan adanya kontaminan.

Daftar Pustaka

Gandjar I et all. 1999. Pengenalan Kapang Tropik Umum. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Pelczar M., J. Chan E., C., S., Pelczar M., F. 2007. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Hadioetomo R.,S., Imas T. Tjitrosomo S., S., Angka S., L., penerjemah. Jakarta : UI-Press. Terjemahan dari : Elements of Microbiology.

Samson RA, Hoekstra ES, Frisvad JC dan Filtenborg O. 1996. Introduction to Food-Borne Fungi. Baarn : Centraalbureu voor Schimmelcultures.

Read the rest of this entry »

TRANSFORMASI DAN PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION)

Pendahuluan

Istilah transformasi pada mulanya digunakan untuk menjelaskan kejadian perubahan genetik dari sel bakteri akibat adanya benda asing yan masuk atau yang diambil oleh bakteri tersebut, maka transformasi dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan DNA asing oleh suatu sel, dengan demikian proses DNA yang berintegrasi ini akan mengakibatkan perubahan bagi sel yang mengambilnya. Tokoh yang paling berpengaruh terhadap adanya prooses transformasi ini adalah Griffith yang berkesimpulan bahwa DNA berperan dalam transformasi atau merubah sifat bakteri (Jusuf M 2001).

Polymerase chain reaction merupakan teknik yang sangat berguna dalam membuat salinan DNA. PCR memungkinkan sejumlah kecil sekuens DNA tertentu disalin (jutaan kali) untuk diperbanyak (sehingga dapat dianalisis), atau dimodifikasi secara tertentu. Sebagai contoh, PCR dapat digunakan untuk menambahkan situs enzim restriksi, atau untuk memutasikan (mengubah) basa tertentu pada DNA. PCR juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan sekuens DNA tertentu dalam sampel. PCR memanfaatkan enzim DNA polimerase yang secara alami memang berperan dalam perbanyakan DNA pada proses replikasi. Namun demikian, tidak seperti pada organisme hidup, proses PCR hanya dapat menyalin fragmen pendek DNA, biasanya sampai dengan 10 kb (kb=kilo base pairs=1.000 pasang basa). Fragmen tersebut dapat berupa suatu gen tunggal, atau hanya bagian dari suatu gen (Anonim 2010).

Tujuan

Praktikum ini bertujuan mengetahui cara introduksi DNA ke Escherichia coli dan mengetahui cara perbanyakan DNA dengan PCR.

Prosedur Percobaan

Transformasi bakteri.

(a). Pembuatan bakteri kompeten

Sebanyak satu koloni E. coli diambil

disuspensikan dengan DH5α

dibiakkan dalam tabung reaksi (2 ml LB cair mengandung antibiotik ampisilin)

diinkubasikan pada 370C selama 16 jam pada shaker 250 rpm

100 μl biakan E. coli DH5α diambil dan dibiakkan dalam 30 ml LB

Biakan diinkubasikan  250 rpm pada 370C 2 jam

diukur pada panjang gelombang 600 nm, nilai OD600 mencapai 0,4-0,5

dipindahkan ke dalam tabung sentrifuse sebanyak 1,5 ml E. coli DH5α

diinkubasi dalam es 10 menit

disentrifuse 3000 rpm 40C 10 menit

Supernatan dibuang

endapan disuspensikan dengan 495 μl TB

diinkubasi dalam es selama 10 menit disenterifuse 3000 rpm pada 40C

endapan disuspensikan dengan 41,25 μl TB

ditambahkan DMSO sebanyak 100 μl

disimpan dalam es selama 10 menit

sehingga diperoleh sel kompeten.

(b). Transformasi.

Sel kompeten dalam es selama 20 menit

diheat shock pada 420C

diinkubasi kembali selama 5 menit

ditambahkan media Yt sebanyak 100 μl

diinkubasi pada 370C selama 20 menit dalam shaker 250 rpm

disebar pada media LB padat yang mengandung LA, Ampisilin, Xgal, dan IPTG

Kemudian diinkubasikan pada 370C.

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Sebanyak 1 koloni bakteri diambil dengan tusuk gigi steril.

digoreskan pada media agar yang baru

dicelupkan dalam 10 μl akuades steril

dipanaskan pada 950C selama 10 menit

dimasukkan ke dalam es selama 2-5 menit

Ditambahkan komponen

dicampur hingga merata

dimasukkan ke dalam mesin PCR

suhu 950C selama 5 menit

denaturasi selama 1 menit pada 950C

annealing selama 30 detik pada suhu 550C

sintesis selama 2 menit suhu 720C 30 kali

Deteksi PCR dengan elektroforesis

Hasil Pengamatan

a                             b                                      c

d                              e                                  f

Gambar 1. Hasil Pengamatan pada Proses Transformasi dan PCR (a) Kontrol negatif (b) Koloni yang diambil (c) Biakan kelompok 9 (d) Hasil dari Transformasi (e) Kontrol positif (f) Hasil elektroforesis.

Pembahasan

Praktikum kali transformasi ini akan dilakukan : Percobaan pembuatan sel kompeten, dan percobaan transformasi. Selain itu percobaan ini ditujukan juga untuk megetahui ekspresi gen yang ada pada plasmid yang mengandung gen lacZ yang menyandi β-galaktosidase ayng akan menguabh molekul X-gal dari yang tidak berwarna menjadi molekul yang berwarna biru. Keberhasilan ligasi juga dapat diketahui pada percobaan kali ini.

Mulanya kenapa terentuknya koloni biru atau putih adalah diinduksinya Gen lacZ oleh IPTG (isopropil thiogalaktosida). Jika gen tersisipi oleh molekul DNA lain, maka lacZ ini tidak dapat diekspresikan. Sehingga sel yang mengandung plasmid demikian tidak dapat mengubah X-gal menjadi berwarna biru. Menambahkan IPTG pada media yang telah mengandung ampisilin, maka akan dapat terseleksi mana sel yang mengandung plasmid dan mana sel yang mengandung plasmid dan mempunyai sisipan pada daerah lacZ serta mana sel yang mengandung plasmid namun tidak mengandung sisipan pada lacZ. Dengan demikian kita sudah dapat mengetahui keberhasilan atau tidaknya penyisipan DNA ke daerah lacZ itu dengan metode koloni biru-puttih. Koloni putih menunjukkan bahwa lacZ tidak diekspresikan, dengan kata lain, gen lacZ tersisipi DNA lain, sedangkan koloni biru menunjukkan bahwa koloni tersebut mengandung plasmid yang tidak membawa sisipan pada daerah lacZ. Hasil yang didapatkan kelompok kami tidak ditemukannya koloni biru, hal ini mengindikasikan bahwa gen lacZ tersisipi oeh molekul DNA yang lain, sehingga gen lacZ ini tidak dapat diekspresikan dan sel yang mengandung plasmid tidak dapat mengubah X-gal menjadi berwarna biru.

Percobaan kali ini kami juga melakukan kontrol positif dan kontrol negatif. Kontrol positif, digunakan untuk meyakinkan bahwa bakteri kompeten masih bisa hidup di media yang tidak mengandung agen seleksi, pada hasil yang kelompok kami kerjakan terlihat jelas bahwa pada kontrol positif bakteri dapat tumbuh dalam media. Sedangkan untuk kontrol negatif yang seharusnya tidak ditemukannya koloni ternyata ditemukan koloni, hal ini disebabkan oleh bakteri telah mengandung gen penyeleksi sehingga masih dapat hidup pada media kontrol negatif. Kontrol negatif digunakan untuk meyakinkan bahwa media yang digunakan dapat mematikan bakteri tipe liar yang tidak mengandung gen penyeleksi.

Selain proses transformasi, pada praktikum kali ini juga diakukan percobaan perbanyakan DNA dengan PCR. PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan proses perbanyakan DNA, pengertian lebih lanjut tentang definisi PCR sudah dijelaskan pada pendahuluan. Prinsip PCR adalah setiap DNA mampu bereplikasi dan hasil replikasi dari DNA tersebut dapat melakukan replikasi atau penggandaan lagi (gambar 2) terus-menerus sehingga teknik ini sangat cepat dalam menghasilkan DNA copi yang diingikan, teknik ini juga menjadi teknik yang sering dignakan untuk memperbanyak DNA. Terdapat beberapa tahap dalam melakukan PCR (gambar 3). Hasil yang ditunjukkan pada elektroforesis yang dilakukan, menunjukkan bahwa PCR yang dilakukan kelompok kami (kelompok 9) berhasil dilakukan karena terlihatnya utas-utas yang baru disepanjang pergerakkan

Gambar 2 Prinsip PCR                                    Gambar 3 Tahapan PCR

Simpulan

Tidak terdapatnya koloni biru yang mengindikasikannya bahwa gen lacZ telah tersisipi oleh molekul DNA lain. Penggunaan kntrol positif berhasil, sedangkan penggunaan kontrol negatif tidak berhasil, namun hasil PCR menunjukkan hasil yang positif.

Daftar Pustaka

Alberts, B., Johnson, A., Lewis, J., Raff, M., Roberts, K., Walter, P. 2002. Molecular Biology of the Cell. Edisi ke-4. Garland Science: New York. ISBN 0-8153-3218-1 (versi online di NCBI Bookshelf)

[Anonim]. 2010. Biologi Molekuler. [terhubung berkala]. http:// www. Wikimedia.org/file: biologi molekuler.[15 Mei 2010]

Jusuf M. 2001. Genetika I Struktur dan Ekspresi Gen. Bogor : Sagung Seto.

Yeprihadi. 2009. Mengenal PCR (Polymerase Chain Reaction). [terhubung berkala]. http:// www. ScienceBiotech.net. [15 Mei 2010]

ISOLASI DNA GENOM EUKARIOT

oleh : seztifa miyasyiwi 21 Juni 2010

mahasiswa biologi ipb

Pendahuluan

DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. DNA terdapat pada nukleus, mitikondria, dan kloroplas. Perbedaan ketiganya adalah DNA nukleus berbentuk linier dan berasosiasi sangat erat dengan protein histon, sedangkan DNA mitokondria dan kloroplas berbentuk sirkular dan tidak berasosiasi dengan protein histon. Selain itu DNA mitokondria dan kloroplas memiliki ciri khas, yaitu hanya mewariskan sifat-sifat yang berasal dari garis ibu. Sedangkan DNA nukleus memiliki pola pewarisan sifat dari kedua orangtua. Dilihat dari organismenya, struktur DNA prokariot tidak memiliki protein histon dan berbentuk sirkular, sedangkan DNA eukariot berbentuk linier dan memiliki protein histon (Jusuf 2001).

Isolasi DNA diawali dengan perusakan dan atau pembuangan dinding sel, yang dapat dilakukan baik dengan cara mekanis seperti sonikasi, tekanan tinggi, beku-leleh maupun dengan cara enzimatis seperti pemberian lisozim. Langkah berikutnya adalah lisis sel. Bahan-bahan sel yang relatif lunak dapat dengan mudah diresuspensi di dalam medium bufer nonosmotik, sedangkan bahan-bahan yang lebih kasar perlu diperlakukan dengan deterjen yang kuat seperti triton X-100 atau dengan sodium dodesil sulfat (SDS). Pada eukariot langkah ini harus disertai dengan perusakan membran nukleus. Setelah sel mengalami lisis, remukan-remukan sel harus dibuang. Biasanya pembuangan remukan sel dilakukan dengan sentrifugasi. Protein yang tersisa dipresipitasi menggunakan fenol atau pelarut organik seperti kloroform untuk kemudian disentrifugasi dan dihancurkan secara enzimatis dengan proteinase. DNA yang telah dibersihkan dari protein dan remukan sel masih tercampur dengan RNA sehingga perlu ditambahkan RNAse untuk membersihkan DNA dari RNA. Molekul DNA yang telah diisolasi tersebut kemudian dimurnikan dengan penambahan amonium asetat dan alkohol atau dengan sentrifugasi kerapatan menggunakan CsCl (Albert et al 2002).

Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan dapat mengisolasi DNA genom eukariot.

Prosedur Percobaan

Probandus melakukan kumur-kumur dengan air

Letakkan pada eppendorf

Letakkan pada falcon

Sentrifuse 3200 rpm 2 menit

Buang super natan

Tambahkan 500µl buffer lisis

Diresuspensikan dengan pipet atau dengan tangan

tambahkan 100µl buffer presipitasi (pake eppendorf 1,5 ml)

dikocok dengan kuat (vortex)

disimpan dalam es

sentrifuse dengan kecepatan maksimal 15 menit (mengendapkan protein)

ambil 400µl super natan, tambahkan isopropanol 360µl

diinkubasi dalam es selama 5 menit disentrifuse 15’

pelet dibuang, ditambah ethanol 70%

sentrifuse 5 menit

keringkan (divakum) didapatkan pelet

larutkan 30µl air.

(b). PCR.

ddH2O                                                16  µl

Buffer MgCl2/buffer taq         2,5 µl

dINTP mix                              2,5 µl

D1S80 primer mix                   1    µl

Taq                                          0,5 µl

DNA                                       2,5 µl

25 µl

Pre Denaturation                     95 ºC 5’

Denaturation                           95 ºC 60’

Annealing                                63 ºC 60’

Extension                                72 ºC 60’

Extension                                72 ºC 5’

Elektroforesis

Hasil Pengamatan

Marker 2

Marker 1

100bp

Marker kelompok 9

DNA pindah

Gambar 1. Hasil Pengamatan pada Proses Elektroforesis Isolasi DNA Genom Eukariot.

Pembahasan

Praktikum kali ini dilakukan percobaan isolasi DNA genom eukariot, yang berasal dari sel mukosa. Probandus melakukan kumur-kumur yang ditujukan agar ada kemungkinan kecil DNA yang terlepas dari sel mukosa probandus dan DNA tersebutlah yang akan diisolasi dalam percobaan ini. Penggunaan sel mukus dikarenakan oleh mudahnya DNA yang dapat diambil dari sel ini, bila dibandingkan dengan pengambilan DNA dari anggota tubuh yang lainnya.

Berdasarkan hasil yang didapatkan pada percobaan yang dilakukan oleh kelompok laboratorium biologi 4 sedikit sekali menunjukkan pergerakan DNA, hal ini dikarenakan oleh kerapatan agar yang kurang sehingga DNA sulit tertambat dan terlalu licin untuk bergerak sehingga pergerakannya sangat cepat dan keluar dari media agar, atau juga dapat disebabkan oleh ukuran DNA yang terlalu kecil sehingga mempengaruhi pergerakan DNA tersebut menuju muatan positive, dimana kita ketahui DNA bergerak sesuai dengan ukurannya. Ukuran DNA yang besar maka akan bergerak dengan lebih lambat dan begitu pula dengan DNA yang kecil. Bentuk juga mempengaruhi pergerakkan DNA seperti sirkuler dan linier, apabila bentuk DNA sirkuler maka pergerakkan DNA akan lambat dan begitu pula dengan bentuk DNA yang linier.

Isolasi DNA Genom Eukariot ini  berfungsi dalam penentuan atau perekaman jejak keturunan serta dapat berguna juga dalam penetuan pelaku dalam tindak kejahatan. Dalam istilah hukum dikenal dengan Forensik yang mempunyai pengertian interaksi antara ilmu dasar dan hukum setiap individu stuktur kromosom sama : DNA + Protein, DNA merupakan struktur kimia yang sama dimiliki oleh mahluk hidup namun mempunyai urutan pembeda, hal inilah yang juga menjadikan DNA sebagai pembeda antara mahluk hidup yang satu dengan yang lainnya dan antar individu satu dengan yang lainnya.

Percobaan ini menggunakan primer D1S80 yang terdapat di kromosom nomor  1,  primer ini merupakan daerah ruas berulang kromosom manusia terbesar. Rangkaian d1s80, termasuk tempat utama mengapit mengulangi, ditunjukkan di p. 58 (kasai et. al. , j. ilmu pengetahuan forensik 35: 1196.1990. sampai saat ini, terdapat dua puluh sembilan allele berbeda dari d1s80, yang jarak di ukuran dari 200 bp ke 700 bp, telah dikenali. sehingga , 435 kombinasi allelic berbeda secara teoritis mungkin terjadi. Masing-masing dari kita punya dua salinan lokus d1s80, yang keduanya merupakan tempat pewarisan dari gen orang tua. kira-kira 86% dari populasi heterozygot lokus yang diteliti ini karena mereka telah menerima warisan berbeda dari setiap orang tua, sebagai ilustrasi gel agarose memperkuat pcr lokus d1s80,  lokus akan muncul bersamaan dengan band di homozygot sendiri atau dua band di heterozygot sendiri. Kata lain dari penggunaan d1s80 ini adalah gen yang dibawa oleh anak berada pada tempat diantara 2 gen,  tetapi dapat disebabkan oleh genetis penggabungan-ulang atau kesalahan di dna replication. Teknik dengan menggunakan lokus d1s80 ini dilakukan juga di laboratorium FBI untuk mengidentifikasi atau pengenalan manusia, itulah sebabnya pada percobaan ini degunakan lokus d1s80.

Simpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa percobaan untuk mengisolasi DNA dari mukosa manusia berhasil, hanya saja ukurannya yang terlalu kecil sehingga DNA bergerak loss keluar dari agar dan tidak terdeteksi, namun ada sebagian kelompok yang terlihat band DNA nya.

Daftar Pustaka

Alberts, B., Johnson, A., Lewis, J., Raff, M., Roberts, K., Walter, P. 2002. Molecular Biology of the Cell. Edisi ke-4. Garland Science: New York. ISBN 0-8153-3218-1 (versi online di NCBI Bookshelf)

[Anonim]. 2010. Biologi Molekuler. [terhubung berkala]. http:// www. Wikimedia.org/file: biologi molekuler.[31 Mei 2010]

Budowle et al. J. Human Genetics 48:137-144 (1991).

Jusuf M. 2001. Genetika I Struktur dan Ekspresi Gen. Bogor : Sagung Seto.

Kasai et al. J. Forensic Science 35:1196-1200 (1990).

Morell. Science 260:1422-1423 (4 June 1993).

Yeprihadi. 2009. Mengenal PCR (Polymerase Chain Reaction). [terhubung berkala]. http:// www. ScienceBiotech.net. [15 Mei 2010]